Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Daun Kelor

Cara Memanfaatkan Daun Kelor Sebagai Sayur Hingga Obat Rematik

Daun kelor tidak hanya enak dimakan, tetapi juga memiliki khasiat menyembuhkan. Bagaimana cara memanfaatkannya?

Tayang:
Humas Pemkot Denpasar
Ilustrasi daun kelor. Nila Djuwita F Moeloek saat berkunjung ke Posyandu Mandala Kumara dan Rumah Berdaya Kota Denpasar. Daun kelor bisa diolah menjadi jeli, Rabu (24/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Daun kelor sangat mudah ditemukan di pedesaan.

Demikian juga di kawasan perkotaan, daun kelor bisa ditemui di pasar maupun supermarket.

Daun kelor tidak hanya enak dimakan, tetapi juga memiliki khasiat menyembuhkan. Bagaimana cara memanfaatkannya?

Daun kelor memang diyakini sebagai bagian dari obat tradisional maupun obat alternatif.

Hal ini dijelaskan di dalam ilmu Usada Taru Pramana.

"Dalam industri pengobatan, daun kelor diolah menjadi serbuk ekstrak dan kapsul," jelas Dosen Fakultas Kesehatan Ayurweda, Unhi, A.A Putu Agung Mediastari, kepada Tribun Bali, Senin 21 Juli 2021.

Untuk itu, ia menyarankan agar masyarakat menanam pohon kelor di rumah.

Baca juga: Ini Beragam Masakan yang Terbuat dari Daun Kelor, Puding Daun Kelor hingga Kelor Bening Tumis Bawang

Apalagi tanaman ini bisa tumbuh dengan mudah.

Bahkan, disandarkan saja batang yang dipotong bisa tumbuh.

Daun Kelor untuk Sayur

Cara membuat sayur daun kelor ternyata cukup mudah

Sayur daun kelor bisa berupa sayur bening atau sayur santan.

"Kalau untuk sayur, daun kelor dapat diolah atau dibuat sebagai sayur bening. Ditambahkan tumisan bawang merah dan bawang putih serta cabai sesuai selera," jelas Mediastari.

Tentunya tidak lupa menambahkan garam dan bumbu penyedap lainnya.

Daun kelor juga enak disajikan dengan santan.

Caranya pun sangat mudah.

Baca juga: Menyehatkan Mata hingga Mengurangi Peradangan, Ini 6 Manfaat Daun Kelor

Cukup dengan campuran bumbu bali jadi (base genep) yang sudah dutumis, kemudian diberi santan, maka sayur daun kelor ini jadi makin enak disantap.

Selain itu, daun kelor juga kerap dimasak, dan menjadi bahan olahan bubur.

Bubur ini juga ditambahkan base genep. Rasanya jadi enak dan gurih.

"Nah, di Nusa Penida, daun kelor pakai sebagai makanan khas masyarakat di sana. Yang dikenal dengan sebutan Moreng," katanya.

Baik untuk Ibu Menyusui

Selain untuk sayuran, daun kelor juga baik dan istimewa untuk ibu mengandung serta menyusui.

Daun kelor diyakini sebagai pelancar ASI, bisa meningkatkan produksi air susu ibu menyusui.

Sebab kandungan nutrisinya sangat lengkap.

Daun Kelor juga baik untuk menjaga imun tubuh, apalagi di masa pandemi Covid-19.

"Bahkan di saat pandemi seperti ini, kelor sangat penting sebagai suplemen yang sangat baik bagi kesehatan," sebutnya.

Bahkan Kementerian Kesehatan, menerbitkan daun kelor sebagai salah satu  ramuan Covid-19. Menerbitkan surat edaran.

Daun Kelor dalam Ilmu Taru Pramana, Mengatasi Rematik

Daun kelor ada dalam ilmu Taru Pramana.

Dosen  Fakutlas Kesehatan Ayurweda, Unhi, A.A Putu Agung Mediastari menjelaskan terkait manfaat dan khasiat daun kelor.

"Kelor merupakan tumbuhan dari suku Moringaceae dengan nama ilmiah Moringa Oleifera," jelasnya kepada Tribun Bali, Minggu 20 Juni 2021.

Tanaman ini tumbuh dan berkembang di negara Asia Tenggara, terutama di Indonesia.

Di Bali, tanaman kelor sudah tidak asing lagi karena berkhasiat dan manfaatnya luar biasa.

"Khasiat kelor telah dicantumkan pada Usada Taru Pramana, yang terbagi menjadi daging dan daun sejuk," katanya.

Kemudian getah dingin dan akar hangat.

Untuk pengobatan, daun dimanfaatkan sebagai obat sakit mata.

Caranya, daun dicampur dengan jeruk nipis, uyah arang, diperas, disaring, dibiarkan mengendap, lalu air endapannya yang bening dipakai untuk obat tetes mata.

Akarnya dimanfaatkan sebagai boreh untuk mengatasi rematik.

Caranya, daun kelor ditambahkan dengan sindrong jangkep, digerus halus serta ditambah air cuka atau arak.

Lalu diparamkan pada bagian yang sakit.

Untuk mengatasi keseleo atau memar, caranya daun kelor ditambah beras, kencur, bawang, lalu digerus halus.

Ditambahkan dengan air arak.

Kemudian diaplikasikan pada bagian yang sakit.

"Nah, karena mengandung nutrisi tinggi, daun kelor diandalkan sebagai sumber nutrisi dan gizi yaitu mengandung protein, karbohidrat, dan serat.

Mengandung Vitamin lengkap ( Vit A, B, C,dan E)," sebutnya.

Mineralnya juga tinggi seperti zat besi, kalsium, magnesium, zink, dan lain sebagainya.

Tata cara pengolahannya sebagai sumber nutrisi, dan yang paling sederhana serta dilakukan di rumah yaitu dimasak sebagai sayur. (*)

Artikel Terkait Daun Kelor

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved