Berita Bali

Pengetatan PPKM Mikro di Bali Berdampak ke Perekonomian, Bhima: Kita Perlu Belajar dari China

PPKM Mikro di 34 provinsi di Indonesia akan berdampak kepada ekonomi nasional.

Istimewa
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira - Pengetatan PPKM Mikro di Bali Berdampak ke Perekonomian, Bhima: Kita Perlu Belajar dari China 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - DIREKTUR Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira mengatakan, pengetatan PPKM Mikro di 34 provinsi di Indonesia akan berdampak kepada ekonomi nasional.

"Dampak ke ekonomi nasional akan terjadi penurunan belanja masyarakat. Pelaku usaha akan sesuaikan produksi dengan kondisi permintaan, bahkan yang terburuk adalah kembali berulangnya PHK di berbagai sektor. Bagi perusahaan yang masih bisa bertahan akan lakukan penundaan pembayaran utang. Sementara yang sangat tertekan akan tutup temporer atau permanen," ucap Bhima Yudhistira, Selasa 22 Juni 2021.

Dirinya menuturkan, pertumbuhan ekonomi di kuartal ke II diperkirakan bergerak rentang 2-4 persen.

Menurutnya, angka tersebut terbilang positif, tapi ini lebih dibantu momen lebaran dan pembayaran THR penuh.

Baca juga: Terkait Penegakan PPKM Mikro di Badung, Satpol PP Akui Masih Tunggu Instruksi Provinsi dan Bupati

Dirinya juga memprediksi dengan diberlakukannya PPKM selama dua minggu tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun diproyeksikan tumbuh 2 persen.

"Untuk ekonomi Bali yang didominasi sektor pariwisata maka pembatasan sosial yang lebih ketat efeknya ke penurunan pendapatan di sektor hotel, restoran dan toko ritel. Saya optimistis Bali bisa segera pulih asalkan sekali pengetatan mobilitas. Misalnya dua minggu entah PPKM atau lebih baik lagi lockdown dijalankan efektif," kata Bhima Yudhistira.

Dia menilai, pengawasan menjadi kunci utama keberhasilan penanganan pandemi.

"Kita perlu belajar dari China. China yang lakukan lockdown ekonomi turun -6,8 persen pada kuartal I 2020, tapi positif di kuartal ke II sebesar 3,2 persen dan berlanjut hingga terakhir kuartal I 2021 ekonomi China tumbuh menakjubkan sebesar 18,3 persen. Kita tidak boleh ragu menyelamatkan kesehatan sebagai prioritas karena yang diuntungkan adalah ekonomi juga," katanya.

Disinggung mengenai pembukaan pariwisata Bali yang rencananya akan dibuka pada Juli 2021, Bhima Yudhistira menilai rencana tersebut dapat mundur karena kasus positif Covid-19 yang membutuhkan penanganan ketat.

"Saya berharap situasi sulit sekarang ini segera direspon oleh pelaku usaha dengan merombak rencana bisnis selama 1 tahun kedepan, melakukan inovasi agar bisa bertahan dan langkah efisiensi operasional tanpa mengorbankan karyawan," jelasnya. (*).

Baca juga: Hari Pertama PPKM Serentak: Pasien Positif Bertambah 13.668 Orang, Total Kasus 2.018.113

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Berita Bali
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved