Breaking News:

Berita Tabanan

478 Warga Divaksin Covid-19 dalam Program Serbuan Vaksinasi di Desa Luwus Tabanan

Menurut data yang diperoleh dari Kodim 1619/Tabanan, kegiatan dalam rangka mendukung Program Vaksinasi Nasional dilaksanakan di SDN 1 Luwus dengan

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
Kodim 1619/Tabanan
Antusias warga mengikuti proses vaksinasi yang dilaksanakan di Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Senin 28 Juni 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Sebanyak 478 warga telah mengikuti proses vaksinasi yang dilaksanakan di Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Senin 28 Juni 2021.

Kegiatan serbuan vaksinasi terus digencarkan agar segera mencapai herd immunity (kekebalan kelompok) di Bali.

Dalam kegiatan ini, Kodam IX/Udayana juga sangat berperan untuk masyarakat Bali, NTB dan NTT.

Menurut data yang diperoleh dari Kodim 1619/Tabanan, kegiatan dalam rangka mendukung Program Vaksinasi Nasional dilaksanakan di SDN 1 Luwus dengan sasaran Vaksinasi yang teregistrasi sebanyak 496 orang.

Baca juga: Tabanan Optimistis Vaksinasi Tuntas 10 Juli, Desa Buat Tim Saber Sisir Warga Tercecer

Namun, dalam proses screening, yang bisa menerima vaksinasi sebanyak 478 orang dan 18 orang tidak memenuhi syarat karena alasan kesehatan.

Kasdim 1619/Tabanan, Mayor Inf Dewa Putu Oka mengatakan, kegiatan Vaksinasi di Desa Luwus ini sudah dilaksanakan sebanyak tiga kali oleh Kodam IX/Udayana melalui Kesdam IX/Udayana di wilayah Kodim 1619/Tabanan.

Ini merupakan wujud nyata peran serta Kodam IX/Udayana dalam melaksanakan Program Vaksinasi Nasional untuk masyarakat Bali, NTB dan NTT.

Program Serbuan Vaksinasi Kodam IX/Udayana ini terus digencarkan sesuai arahan Bapak Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak.

“Sesuai arahan pimpinan, kegiatan vaksinasi ini untuk mencapai sasaran yang telah ditargetkan yakni herd immunity atau kekebalan kelompok itu sendiri,” jelasnya.

Kasdim menyebutkan, antusias masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi sangat luar biasa.

Terbukti dari jumlah warga yang mendaftar dan teregistrasi hampir 96,4% dapat di Vaksin dan 3,6 % saja yang tidak dapat divaksin karena alasan Kesehatan.

Meskipun begitu, sosialisasi dan edukasi terus dilakukan agar program vaksinasi nasional ini sukses sesuai harapan pemerintah baik pemerintah daerah dan pemerintah pusat.

“Serbuan vaksinasi dengan sistem jemput bola ini di sambut baik oleh warga masyarakat, sekaligus kita menyampaikan kembali akan pentingnya protokol kesehatan terhadap warga sehingga masyarakat semakin waspada dan disiplin menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 menuju Bali zona hijau,” ungkapnya.(*)

Artikel lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved