Berita Gianyar

Musrenbangdes di Tengah Pandemi, Desa di Blahbatuh Gianyar Diminta Tak Ajukan Pembangunan Fisik

Banyak desa yang kini diminta fokus untuk penanganan pengaman sosial ataupun perbaikan pendidikan masyarakat.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
ilustrasi pembangunan - Musrenbangdes di Tengah Pandemi, Desa di Blahbatuh Gianyar Diminta Tak Ajukan Pembangunan Fisik 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Musyawarah Rencana Pembangunan Desa ( Musrenbangdes) selama ini merupakan ajang kepala kewilayahan dalam melakukan pembangunan di lingkungannya. Mulai dari pembangunan jalan rusak, pembangunan fasilitas umum, dan sebagainya.

Namun dikarenakan dalam masa krisis ekonomi dampak pandemi covid-19, kini hal tersebut pun tidak bisa dilakukan.

Banyak desa yang kini diminta fokus untuk penanganan pengaman sosial ataupun perbaikan pendidikan masyarakat.

Informasi dihimpun Tribun Bali, Rabu 30 Juni 2021, perencanaan pembangunan desa sudah mulai disusun di masing-masing desa untuk tahun anggaran 2022. Satu di antaranya di Kecamatan Blahbatuh.

Baca juga: Diduga Ada Oknum Buang Anjing Rabies. Distanak Gianyar Gencarkan Vaksinasi

Mengingat kondisi perekonomian belum stabil, dalam perencanaan untuk menunda kegiatan fisik.

Camat Blahbatuh IB Dharmayuda, mengatakan, dalam perencanaan di tahun 2022, tiap desa diharapkan untuk menunda kegiatan pembangunan, baik perkantoran, perbaikan infrastruktur desa, tempat suci dan kegiatan fisik lainnya.

 "Untuk program di tahun 2022, saya kira yang masih skala prioritas adalah program kesehatan, program pendidikan dan ketahanan pangan," ujarnya.

Hal itu dilakukan, dikarenakan APBD saat ini tidak bisa banyak membantu pembangunan.

Sebab saat ini, Pendapatan Asli Daerah turun tajam, sehingga PAGU anggaran ke desa pastinya berkurang.

"Perencanaan harus matang, cermat dan yang terpenting selesaikan yang prioritas," ujarnya.

Perbekel Belega, I Ketur Trisna Jaya telah melakukan hal yang demikian. Dimana pihaknya saat ini tidak merancang pembangunan fisik.

Prioritas pembangunan tahun 2022 adalah membuat master plan Desa Wisata Belega sebagai kampung bambu.

Sedangkan untuk program kesehatan mengacu pada kebijakan Pemkab Gianyar.

"Untuk progran ketahanan pangan, kami sedang susun program peran serta masyarakat untuk memperkuat ketahanan pangan di tempat tinggal masing-masing," jelasnya.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas, Petani di Gianyar Manfaatkan Listrik Percepat Pertumbuhan Tanaman

"Kami sudah tidak ada kegiatan fisik. Terkecuali memang ada anggaran dari pusat turun untuk kegiatan padat karya tunai," ujarnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved