Breaking News:

Berita Buleleng

Ruang Terbuka Hijau Hingga Venue Olahraga di Buleleng Ditutup Selama PPKM Darurat

Penutupan ini dilakukan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di RTH, mengingat Buleleng saat ini tengah menerapkan PPKM Darurat.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Taman Kota Singaraja ditutup selama PPKM Darurat, Minggu (4/7/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng mulai menutup seluruh Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di Kota Singaraja.

Penutupan ini dilakukan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas di RTH, mengingat Buleleng saat ini tengah menerapkan PPKM Darurat.

Kepala DLH Buleleng, Gede Melanderat dikonfirmasi Minggu (4/7/2021) mengatakan, penutupan ini dilakukan sejak Sabtu (3/7/2021) kemarin, hingga 20 Juli 2021 mendatang, dengan memasang garis larangan di pintu-pintu masuk, serta papan imbauan bertuliskan kepada masyarakat untuk sementara tidak berkunjung dan beraktivitas baik di RTH Bung Karno Kecamatan Sukasada, Taman Kota Singaraja, RTH Yowana Asri Banyuasri, dan Taman Sunda Kecil di Kelurahan Kampung Tinggi.

Selain melakukan penutupan, Melanderat juga menyebut pihaknya mengerahkan petugas melakukan pengawasan selama 24 jam yang dibagi dalam sistem shift di setiap RTH, agar masyarakat benar-benar melaksanakan PPKM Darurat.

Baca juga: Diduga Rem Blong, Mobil Penumpang 7 Orang Terperosok ke Jurang di Buleleng, Bayi Usia 4 bulan Tewas

Selain penutupan RTH, seluruh venue olahraga yang di Buleleng juga ditutup selama pelaksanaan PPKM Darurat.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng Made Astika menyebut, pihaknya telah mengeluarkan surat pengumuman No 426/6272/PO/Disdikpora/2021 tentang penutupan venue olahraga di Kabupaten Buleleng.

Astika menyebut, penutupan ini dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19, terlebih venue olahraga merupakan tempat yang menimbulkan kerumunan saat latihan.

“Semua cabang olahraga yang memanfaatkan venue ditutup. Seperti GOR, lapangan tenis, kolam renang dan beberapa venue lainnya yang sifatnya menimbulkan kerumunan. Karena ini instruksi, harus kita taat.

Kalau lapangan umum di masing-masing kecamatan itu bukan wewenang kami, melainkan langsung oleh pihak pemerintah kecamatan. Jadi mereka yang nantinya mengatur itu,” tutupnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved