Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Kerajaan Gaib di Selat Bali, Ini Penjelasan Jero Bayu Gendeng

Jero Master Made Bayu Gendeng, penenung Bayu Gana, mencoba menelisik apa yang sebenarnya terjadi di selat Bali

Tayang:
Tribun Bali/Noviana Windri
Ilustrasi ombak - Kerajaan Gaib di Selat Bali, Ini Penjelasan Jero Bayu Gendeng 

Maka muncullah Sang Naga Basuki dari persembunyiannya dan menanyakan tentang keperluannya datang kesana.

Lalu berceritalah Mpu Siddhi Mantra tentang kesulitannya, sehingga diberikan anugerah emas dan intan yang begitu melimpah, cukup bahkan melebihi untuk membayar utang anaknya.

"Tetapi ingat dengan syarat agar sang anak dinasehati untuk mengubah perilakunya agar tidak lagi melakukan kegiatan berjudi lagi," katanya.

Mpu Siddhi Mantra kembali ke Daha dan langsung disuruh sang anak untuk membayar utang-utangnya.

Setelah dibayar ternyata betul masih ada sisa, dan di sanalah Manik Angkeran tergoda imannya untuk berjudi lagi.

Bahkan sampai kembali punya utang yang begitu banyak.

Pada saat itu sang mpu kehabisan akal, dan sang anak tidak dihiraukan lagi.

Kemudian pergilah sang anak tanpa tujuan, hingga akhirnya dia ingat bahwa sang ayah memperoleh emas dan intan dari kawah Gunung Agung.

Muncul niatnya untuk pergi ke tempat itu, sambil mencuri genta sang ayah dan dibawa ke kawah tersebut.

Sesampainya di sana, Manik Angkeran mengumandangkan uncaran bunyi genta tanpa disertai mantra.

Walaupun begitu Sang Naga Basuki akhirnya juga menemui Sang Manik Angkeran.

Begitu sang naga berbalik, terlihatlah diekornya banyak emas dan permata.

Lalu ia mengambil keris dan memotong ekor sang naga itu.

Sang Naga Basuki kesakitan dan akhirnya marah.

Kemudian dibakarlah Manik Angkeran dengan kesaktiannya hingga akhirnya habis menjadi abu.

Hal ini membuat Mpu Siddhi Mantra sedih, karena anaknya hilang tidak pulang semenjak kepergiannya.

"Oleh karena saktinya maka mpu memperkirakan anaknya datang ke kawah Gunung Agung," sebutnya.

Ternyata benar saja, lalu sang mpu menanyakan pada Naga Basuki tentang keberadaan anaknya.

Beliau diberitahu bahwa sang anak telah dibakar jadi abu.

"Dengan rasa terharu dan sedih, mpu memohon pada Sang Naga Basuki agar anaknya dihidupkan kembali," ucapnya.

Tetapi sang naga juga memohon agar sang mpu mengembalikan ekornya untuk bisa tersambung lagi.

Dengan kesaktiannya masing-masing, akhirnya ekor sang naga bisa tersambung dan sang anak telah hidup kembali.

Seperti diceritakan sebelumnya, bahwa Mpu Siddhi Mantra beryoga semadi dan yang dipuja adalah Bhatara Siwa dan Sang Hyang Baruna Geni.

Lalu beliau mendapat anugerah, dan disuruhlah Mpu Siddhi Mantra menorehkan tongkat saktinya sebanyak tiga kali.

Hingga terbelahlah pulau Jawa dan pulau Bali, sehingga memunculkan selat Bali. (*).

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved