Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Kerajaan Gaib di Selat Bali, Ini Penjelasan Jero Bayu Gendeng

Jero Master Made Bayu Gendeng, penenung Bayu Gana, mencoba menelisik apa yang sebenarnya terjadi di selat Bali

Tayang:
Tribun Bali/Noviana Windri
Ilustrasi ombak - Kerajaan Gaib di Selat Bali, Ini Penjelasan Jero Bayu Gendeng 

Menurut Babad Arya Bang Pinatih, Mpu Siddhi Mantra beryoga semadi memohon kemuliaan dan kerahayuan jagat kepada Bhatara Siwa dan Sang Hyang Baruna Geni.

"Beliau (Mpu Siddhi Mantra) dititahkan untuk menorehkan tongkat saktinya sebanyak tiga kali, dan terjadilah keajaiban yaitu air laut pasang yang mengakibatkan pulau Jawa dan pulau Bali menjadi terpisah seperti sekarang ini," jelas Jero Mangku Ketut Maliarsa.

Dan cerita mistisnya ini, yang menjadikan daerah selat Bali ditakdirkan menjadi daerah perairan yang angker.

"Makanya secara spiritual, di daerah ini setiap tahun diadakan upacara dan upakara pakelem yang disebut dengan sarana banten dirgayusa bumi dan tawur gentuh pada hari suci Anggara(Selasa), Umanis, Wuku Uye," katanya.

Segara Rupek, secara arfiah maknanya adalah lautan sempit yang disebut dengan nama Selat Bali.

Hal ini tidak bisa lepas dengan mitologi, bahwa ada seorang brahmana yang sangat sakti mandraguna, kaya raya dengan istrinya cantik dari kerajaan Daha.

Nama brahmana ini, tidak lain Mpu Siddhi Mantra.

"Sekali pun kehidupan beliau seperti itu, terusik dengan ulah anak semata wayangnya Manik Angkeran yang sehari-harinya sebagai penjudi. Dalam cerita itu, dikatakan bahwa Manik Angkeran kehidupan sehari-harinya diliputi dengan kegelapan karena suka berjudi," jelasnya.

Tidak tanggung-tanggung, bahkan hingga banyak hutang.

Bahkan membuat kekayaan ayahnya nyaris habis.

Baca juga: Cerita Ida Panditha Mpu Nabe Giri Natha Daksha Dharma Saat Memutuskan Pediksan Ida Mas Dalem Segara

"Tetapi beliau ini tidak pernah tobat, bahkan sampai kekayaan Mpu Siddhi Mantra habis," tegasnya.

Dalam keadaan terjepit dan terpuruk seperti ini, sang mpu bertapa dan beryoga semadi, memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa untuk mohon pertolongan-Nya agar bisa membayar utang anaknya.

Dan pada saat itu, beliau mendapat pawisik atau wahyu agar sang mpu datang ke kawah Gunung Agung.

Sebab di sana ada harta karun yang bisa membatu kesulitannya.

"Dengan kesaktianya sang mpu cepat sampai di kawah Gunung Agung, dan Beliau duduk sambil merapalkan mantra- mantra dengan disertai uncaran suara genta yang bertalu-talu," kisahnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved