Berita Gianyar
Meski Pariwisata Mati, Dinas Perizinan Gianyar Catat Masih Ada yang Urus Izin Perhotelan
Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Gianyar, Dewa Alit Mudiarta, 9 Juli 2021 mengatakan, hingga saat ini masih ada pemodal yang melakukan pengu
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Masa depan pariwisata Bali hingga hari belum bisa diprediksi.
Namun banyak investor yang optimistis, bahwa Bali akan kembali pada masa kejayaannya.
Hal tersebut terlihat dari masih adanya investor yang mengurus izin perhotelan di Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Gianyar.
Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Gianyar, Dewa Alit Mudiarta, 9 Juli 2021 mengatakan, hingga saat ini masih ada pemodal yang melakukan pengurusan izin terkait usaha perhotelan.
Namun dalam hal ini, ia belum bisa merinci jumlahnya.
Baca juga: Asal Muasal Nama Pantai Purnama di Gianyar Bali
"Tetap masih ada yang ngurus, kan untuk persiapan ketika pariwisata nanti dibuka," ujarnya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Gianyar, Adit Pande mengatakan, meskipun pariwisata Bali saat ini berada dalam fase kritis, namun insan pariwisata tetap optimistis pariwisata Bali akan kembali jaya.
Karena itu saat ini sejumlah pemilik modal ada yang tengah ancang-ancang membuat hotel baru.
Namun kini mereka belum masuk dalam keanggotaan PHRI Gianyar, lantaran masih dalam proses pembuatan hotel.
Baca juga: Dampak Denpasar Zona Hitam, Pintu Keluar-Masuk Gianyar Diperketat
"Untuk mengurus izin pembuatan hotel masih ada. Tapi untuk penambahan anggota PHRI, saat ini belum ada. Saat situasi masih normal, per tahun rata-rata ada lima anggota baru PHRI," ujarnya.
Adit kembali menegaskan, kondisi perhotelan saat ini sangat memperihatinkan.
Di mana pemilik hotel saat ini hanya bisa fokus mempertahankan operasional hotel.
Karena itu, iapun memiliki dua harapan pada pemerintah.
Pertama, pihaknya berharap pemerintah memberikan pinjaman lunak.
"Kami sangat berharap pada pinjaman lunak, karena hanya dengan itu satu-satunya yang bisa meringankan beban kami saat ini," ujarnya.
Baca juga: Meski Terapkan PPKM Darurat, Pasien Covid-19 di Gianyar Sedikit, Bed Isolasi Banyak yang Kosong
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ppkm-darurat-menyebabkan-objek-objek-pariwisata-di-bali-tutup.jpg)