Breaking News:

Berita Bali

Jelang Penutupan, Inilah Capaian Hasil TMMD ke-111 di Kodam IX/Udayana

Sedemikian besar manfaat yang sudah dirasakan masyarakat, khususnya yang telah dijadikan sebagai sasaran program TMMD, hal ini sebagai upaya TNI untuk

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
istimewa kiriman Pendam IX/Udayana
Waka Pendam IX/Udayana Letkol Kav Sigit Priyo Utomo, S.I.P 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dahulu dikenal dengan sebutan ABRI Masuk Desa (AMD) setiap tahunnya selalu digelar dengan menyasar daerah terpencil, terisolir, terluar maupun perbatasan negara.

Sedemikian besar manfaat yang sudah dirasakan masyarakat, khususnya yang telah dijadikan sebagai sasaran program TMMD, hal ini sebagai upaya TNI untuk terus membantu meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pemerataan pembangunan sesuai program pemerintah.

Hal ini diungkapkan Waka Pendam IX/Udayana Letkol Kav Sigit Priyo Utomo, S.I.P., Senin 12 Juli 2021 di Denpasar terkait pelaksanaan program TMMD ke-111 periode ke II tahun 2021 yang beberapa hari lagi akan segera ditutup secara serentak pada Rabu 14 Juli 2021 mendatang, yang ditandai dengan penyerahan hasil pengerjaannya kepada Pemerintah Daerah.

"Terkait TMMD ke-111 di Kodam IX/Udayana yang dilaksanakan di 4 wilayah Kodim Jajaran di 3 provinsi yakni Bali, NTB dan NTT, rata-rata sudah hampir merampungkan sasaran fisik maupun sasaran tambahan. Ini sebagai wujud tanggungjawab dan komitmen TNI untuk selalu berjuang bersama rakyat," ungkapnya.

Baca juga: Kodam IX/Udayana Jalani Pray From Home, Sebagai Upaya Spiritual Agar Pandemi Covid-19 Berakhir

Waka Pendam memaparkan, untuk di Provinsi NTT dilaksanakan di dua wilayah yaitu di Kodim 1627/Rote Ndao dengan sasaran fisik berupa pembangunan irigasi sepanjang 500 meter dan di Kodim 1604/Kupang membangun ruang kelas dan ruang guru di SMP setempat, serta merehab tempat ibadah dan juga melaksanakan pembukaan lahan pertanian sebagai sasaran tambahan yang berlokasi di Desa Sonraen seluas 70 are.

Selanjutnya, untuk sasaran fisik di wilayah Kodim 1620/Loteng Provinsi NTB, dilaksanakan kegiatan pembukaan jalan baru di 5 desa diantaranya di Desa Bonjeruk, Desa Bilibante, Desa Sintung, Desa Aikbukak dan Desa Kawo.

"Semoga masyarakat dari lima desa yang berada di Kabupaten Lombok Tengah khususnya akan segera dapat memanfaatkan seluas-luasnya jalan tersebut sebagai akses untuk lebih meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan," harap Waka Pendam.

Sementara untuk di Provinsi Bali, Waka Pendam menjelaskan pengerjaan pembangunan jembatan dan pembukaan lahan pertanian seluas 1,4 Hektar pada TMMD ke 111 Kodim 1623/Karangasem telah rampung 100 persen.

Hasil dari sasaran tersebut tidak lepas dari sinergitas Satgas TMMD bersama masyarakat Desa Adat Bukit Galah, Banjar Sogra, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem.

"Dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya terlantar dan kini mulai ditanami tanaman jenis hortikultura seperti ketela pohon, talas, kacang undis, kangkung darat, kacang buncis dan jenis tanaman holtikultura lainnya  yang memang cocok ditanam dengan kondisi udara yang sejuk di daerah tersebut," jelas Waka Pendam.

Dihadapkan dengan situasi pandemi Covid-19, Waka Pendam mengungkapkan bahwa dengan pemberlakuan PPKM Darurat mewajibkan semuanya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat, demikian juga yang diterapkan oleh seluruh Satgas TMMD dan masyarakat agar semuanya dapat diselesaikan dengan tepat waktu dan tepat sasaran sesuai perencanaan.

"Semuanya tidak terlepas dari tingginya kesadaran dan berkat kerjasama yang solid dilandasi azas gotong-royong dari berbagai pihak. Sehingga semua itu dapat teratasi dengan baik dan semoga melalui program TMMD ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat utamanya masyarakat desa," tutup Waka Pendam.(*)

Artikel lainnya di Berita Bali

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved