Porprov Bali
Berembus Isu Ada Atlet Bayaran dari Luar Daerah di Porprov, Ini Kata KONI BALI
Terkait isu adanya atlet bayaran yang direkrut dari luar daerah, ini kata KONI Bali
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, I Gusti Ngurah Oka Darmawan menampik isu adanya atlet bayaran yang direkrut dari luar daerah jelang bergulirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI/2025.
Sebagaimana diketahui, atlet luar daerah yang dapat bermain di Porprov daerah lain haruslah memenuhi prosedur mutasi yang sah dan sesuai aturan induk olahraga masing-masing.
Bukan denngan ujug-ujug merekrut atlet luar daerah dan dibayar untuk memperkuat tim demi meraih juara semata.
Baca juga: Wasit Lisensi Internasional UWW Akan Kendalikan Pertandingan Gulat Di Porprov Bali 2025
Karena semangat Porprov sejatinya adalah pembinaan atlet daerah untuk kemudian membela provinsi di ajang yang lebih besar seperti PON, SEA Games bahkan Olimpiade.
Isu tersebut sempat mencuat di kalangan insan olahraga Provinsi Bali jelang Porprov, namun Oka Darmawan buru-buru membantah hal itu.
Ia menegaskan bahwa isu atlet tidak sah, itu hanyalah isapan jempol belaka.
"Tidak ada itu (atlet bayaran luar daerah,-Red)," tegas Oka kepada Tribun Bali, pada Selasa 26 Agustus 2025.
Baca juga: Kontingen 911 Buleleng Ditarget Tambah Lampaui Emas Porprov XVI
Oka menjelaskan, bahwa ribuan atlet yang berasal dari kontingen 9 Kabupaten Kota di Bali sudah melalui proses panjang Komisi Keabsahan.
"Atlet yang boleh main mengikuti Peraturan Porprov dan sudah melalui proses panjang oleh Komisi Keabsahan," jelasnya.
Sementara itu Sekretaris Umum KONI Bali, I Nyoman Yamadhiputra menjelaskan sebanyak 4.670 atlet bakal bertarung mengikuti berbagai pertandingan dalam ajang olahraga terbesar di Pulau Dewata ini.
Baca juga: Keselamatan Atlet Jadi Hal Utama, Perolehan Medali Porprov Bali Diupdate Tiap Pukul 19.00 WITA
Pihaknya mengimbau kepada seluruh patriot olahraga yang bakal bertanding untuk mengikuti aturan yang tertuang dalam Technical Handbook (THB).
“Kami juga sudah membentuk tim verifikator yang bertugas di lapangan untuk memverifikasi, sedangkan untuk sah dan tidaknya atlet bertanding itu tetap Technical Delegate (TD)," ujarnya. (*)
Berita lainnya di KONI Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bswebhernjrnj.jpg)