Breaking News:

Berita Gianyar

Harga Daging di Gianyar Naik Tajam, Disperindag Sebut Jauh di Atas Harga Eceran Tertinggi

Di tengah krisis pendapatan, kini masyarakat di Kabupaten Gianyar semakin menderita akibat harga daging mengalami kenaikan signifikan.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/ I Nyoman Mahayasa
ilustrasi - Pedagang daging babi di Pasar Badung, Denpasar, Bali, Sabtu, (6/2/2016), jelang hari raya Galungan harga daging babi di pasar badung mencapai harga Rp 55 ribu per kilonya. 

Seperti pada daging, saat ini peternak tidak memiliki banyak pasokan, karena dalam masa krisis ini jumlah pembeli tidak banyak.

Sehingga, jika mereka memelihara banyak ternak, maka mereka akan kewalahan pakan ternak.

Karena itulah, saat ini pasokan daging di peternak terbatas, sehingga nilai jualnya pun tinggi. 

"Situasi pandemi tidak menentu, sehingga pasokan di peternak sedikit, sehingga harga jualnya tinggi," ujarnya. 

Baca juga: Petani di Payangan Gianyar Frustrasi, Koloni Kera Habiskan Buah Siap Panen dalam Semalam

Kata dia, selain harga sayur dan daging naik, harga komoditas beras juga naik.

Kenaikan harga beras ini tidak drastis karena masih di kisaran toleransi HET.

"Harga beras ditentukan oleh pusat, dalam pantauan masih dalam toleransi HET," ujarnya.

Namun untuk beras, ia memastikan tidak akan berlangsung lama, karena di beberapa wilayah akan panen raya.

"Di beberapa wilayah akan ada panen raya, karena itu untuk beras secepatnya harganya akan normal," ujarnya.

Baca juga: Tim Vaksinasi Polres Gianyar Gelar Vaksin Door to Door, Sasar Warga yang Belum Divaksin

Biasanya sebelum pandemi covid-19, ketika terjadinya kenaikan harga yang signifikan, Disperindag Gianyar menggelar pasar murah.

Namun karena saat ini pemerintah daerah tidak memiliki anggaran, hal tersebut pun tidak bisa dilakukan. Dalam hal ini, pemerintah hanya berharap situasi bisa normal kembali. (*)

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved