Penggunaan Oksigen di RS Bali Meningkat Drastis Karena Lonjakan Kasus Covid-19

Dari pasokan yang ada tersebut, ketersediaan oksigen cair hanya bertahan maksimal 2 hari.

Pixabay
Ilustrasi Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Peningkatan kasus positif Covid-19 di Pulau Bali kini membuat ketersediaan oksigen mulai menipis. 

Kebutuhan oksigen di Bali kini naik 5 kali lipat. 

Pasokan oksigen dari pulau Jawa membuat ketersediaan oksigen di Pulau Dewata semakin menipis.

Hal tersebut disampaikan oleh, Ketua Perhimpunan Seluruh Rumah Sakit (PERSI) Bali I Gusti Ngurah Anom.

"Saat ini Bali mengandalkan pasokan oksigen cair atau liquid dari Banyuwangi, Jawa Timur.

Bali memiliki Samator oksigen tabung atau gas namun terbatas.

Sedangkan kebutuhan oksigen naik sesuai dengan lonjakan kasus.

Jadi hampir 4-5 kali lipat kebutuhan. Sumber dari Jawa untuk oksigen liquid dan di Bali oksigen gas," terangnya pada, Senin 19 Juli 2021. 

Lebih lanjutnya ia mengatakan, distributor kini hanya menyalurkan oksigen sekali sehari ke Bali dengan jumlah beberapa ton.

Produksi oksigen gas di Bali maksimal 700 ton per hari.

Dari pasokan yang ada tersebut, ketersediaan oksigen cair hanya bertahan maksimal 2 hari.

"Kemampuannya tergantung pasien yang ditangani masing-masing RS. Biasanya hitungan jam 8-9 jam sampai 2 hari," tambahnya.

Sementara untuk Rumah Sakit lainnya, dr. Anom mengatakan sudah dibagi sesuai dengan kebutuhan.

"Di bagi-bagi sesuai kebutuhan, saya harapkan distribusinya merata. Untuk pasien non Covid-19 juga sudah diberikan sesuai indikasi, sudah diatur di Rumah Sakit," tutupnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved