Berita Buleleng
Pasien Covid-19 Menumpuk di RSUD Buleleng, 74 Bed yang Tersedia Sudah Terisi Penuh
Ini lantaran ruangan itu, berisi 18 pasien Covid-19 yang belum mendapatkan tempat tidur di ruang isolasi atau ICU.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng penuh, lantaran berisi 18 pasien Covid-19 yang belum mendapatkan tempat tidur di ruang isolasi atau ICU.
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Buleleng, dr I Ketut Gede Agus Budi Wirawan mengatakan, kapasitas ruangan yang dimiliki untuk merawat pasien Covid bergejala sedang dan berat mulanya sebanyak 74 bed.
Kapasitas itu seluruhnya sudah terisi, hingga Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Buleleng mencapai 120 persen.
Baca juga: Satgas Covid-19 Buleleng Tambah Satu Blok Asrama Undiksha Jadi Tempat Isolasi OTG
"Kami punya tiga ruang intensif, sudah penuh semua. Sehingga ada 18 pasien, dimana 14 diantaranya sudah terkonfirmasi positif Covid dan empat orang masih suspek yang saat ini masih ngantre di IGD," ucapnya.
dr Wirawan pun menyebut, pihaknya saat ini sedang berupaya menyiapkan tambahan ruangan ICU berkapasitas 10 orang di lantai dua ruang operasi, untuk penanganan pasien bergejala berat.
Namun ruangan itu baru bisa digunakan Senin pekan depan, sebab pihaknya harus membuat penyekatan dan melengkapi alat medis yang dibutuhkan.
Sementara ruang isolasi untuk pasien bergejala sedang masih dipetakan bersama nakesnya, mengingat jumlah pasien non Covid di RSUD Buleleng juga cukup banyak.
Selama ruangan masih disiapkan, RSUD Buleleng tetap menerima pasien non COvid-19 dan dilihat kedaruratan serta kebutuhan perawatannya, sehingga bila diperlukan, akan berkoordinasi dengan RS lain untuk bersama-sama merawat.
Pasien yang membutuhkan pelayanan darurat akan dialihkan ke rumah sakit lain sehingga tetap tertangani.
Sementara terkait ketersediaan oksigen, dr Wirawan menyebut pihaknya sudah mendapatkan pasokan oksigen cair sebanyak dua ton, dan oksigen tabung sebanyak 80 buah dari pihak rekanan.
Oksigen itu mampu memenuhi kebutuhan pasien selama dua hari kedepan.
"Kami melakukan efisiensi denhan menunda tindakan operasi yang direncanakan. Kalau darurat sekali kita bisa lakukan dengan oksigen yang ada," terangnya.
Terpisah, Sekda Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pihaknya sudah mengintruksikan seluruh rumah sakit di Buleleng agar hanya menangani pasien Covid bergejala sedang dan berat.
Baca juga: Dapat Bantuan 3.000 Paket Beras dari Pusat, Dinsos Buleleng Akan Didistribusikan ke Warga Terdampak
Sementara pasien bergejala ringan akan diisolasi di tempat terpusat yang sudah disediakan, seperti di Asrama Undiksha serta di asrama milik SMA dan SMK Bali Mandara.
Sementara RSUD Giri Emas diakui Suyasa hingga saat ini belum bisa digunakan untuk menangani pasien Covid, karena masih berdiskusi dengan pihak BPJS Kesehatan terkait masalah status, agar biaya penanganan pasien nantinya bisa diklaim.
"Ada perbedaan pandangan dengan pihak BPJS. BPJS melihat RS Giri Emas itu masih sebagai rumah sakit pratama.
Sementara kami sudah menetapkan rumah sakit itu sebagai tipe D, karena sudah punya dokter spesialis," jelasnya. (*)
Artikel lainnya di Berita Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/foto-rsud-buleleng.jpg)