Singapura Desak Orang yang Belum Divaksin Covid-19 Agar Tinggal di Rumah Saja

Lonjakan kasus didorong oleh meningkatnya kelompok infeksi yang terkait dengan bar karaoke dan pelabuhan perikanan.

KOMPAS.COM/ERICSSEN
Warga yang memakai masker terlihat melintas di depan Stasiun MRT Buangkok, Singapura, Jumat siang 7 Mei 2021. Singapura kembali ke fase kedua melawan penyebaran pandemi Covid-19 mulai Sabtu 8 Mei 2021 setelah melonjaknya kembali kasus komunal virus corona. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGAPURA - Otoritas Singapura melalui Kementrian Kesehatannya mendesak individu yang belum menerima vaksin Covid-19 untuk tetap di rumah sebanyak mungkin. 

Pemerintah menyampaikan permohonan tersebut terutama bai orang berusia lanjut. 

Hal ini dilakukan setelah meningkatnya kekhawatiran risiko penularan Covid-19 di komunitas. 

Laporan Covid-19 Singapura mencatat tambahan 88 kasus baru yang ditularkan secara lokal pada minggu 18 Juli 2021. 

Baca juga: Singapura Akan Kembali Izinkan Resepsi Dan Beri Keistimewaan Bagi Penerima Vaksin Pfizer Dan Moderna

Jumlah itu merupakan korban harian tertinggi sejak Agustus tahun lalu.

Lonjakan kasus didorong oleh meningkatnya kelompok infeksi yang terkait dengan bar karaoke dan pelabuhan perikanan.

Meskipun kasus harian Singapura hanya sebagian kecil dari jumlah yang dilaporkan di antara tetangganya di Asia Tenggara, lonjakan infeksi saat ini merupakan kemunduran bagi pusat bisnis Asia, yang telah berhasil menahan wabah sebelumnya.

Pada 10 Juli, “Negeri Singa” sempat melaporkan tidak ada temuan kasus baru sama sekali.

Baca juga: 7 Alasan Singapura Berani Hidup Berdampingan Dengan Covid-19 yang Tidak Semua Negara Bisa Tiru

Sebagai tindakan pencegahan, pihak berwenang pada Minggu 18 Juli 2021 menutup kios ikan segar dan makanan laut di pasar-pasar di seluruh negara kota itu, untuk menguji penjual ikan untuk Covid-19.

“Kami khawatir masih ada rantai transmisi samar yang mungkin terus menyebar di dalam komunitas kami. Rapuhnya pasar basah (pengawasan) membuat pelacakan kontak dan isolasi menjadi tidak mudah,” kata Kementerian Kesehatan Singapura pada Minggu (18/7/2021) malam melansir Reuters.

Menurut Status

Vaksinasi Seseorang Sekitar 73 persen dari 5,7 juta penduduk Singapura telah menerima dosis pertama vaksin Covid-19.

Namun pemerintah mendorong agar lebih banyak lansia divaksinasi, karena mereka yang berusia di atas 70 tahun memiliki tingkat inokulasi terendah sekitar 71 persen.

Kasus yang meningkat mendorong negara kota ini memperketat beberapa pembatasan pertemuan sosial mulai Senin (19/7/2021), hanya seminggu setelah memberlakukan pelonggaran.

Namun, ada aturan yang lebih lunak bagi mereka yang telah divaksinasi.

Ketika tingkat vaksinasi Singapura meningkat dan bersiap untuk hidup dengan virus, pemerintah mengatakan tidak akan melihat jumlah kasus, tapi lebih jauh melihat tingkat keparahan penyakit, untuk memutuskan tindakan penanganan virus lebih lanjut.

Dari 243 orang dengan Covid-19 yang saat ini dirawat di rumah sakit, lima memiliki penyakit serius yang membutuhkan suplementasi oksigen, dan satu dalam kondisi kritis di unit perawatan intensif.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kasus Terus Naik, Singapura Desak Orang yang Belum Divaksin Covid-19 di Rumah Saja "

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved