Berita Tabanan
BOR Rumah Sakit di Tabanan Sudah 76,5 Persen, BRSU Tabanan Sempat Rawat Pasien Covid-19 di Ruang IGD
BRSU Tabanan sebelumnya sempat kewalahan sehingga menggunakan IGD sebagai ruangan darurat pasien covid karena ruang isolasi penuh.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Bed Occupancy Ratio (BOR) di seluruh rumah sakit baik swasta maupun negeri di Tabanan sudah mencapai 76,5 persen.
Jumlah bed yang masih tersedia tersebut bahkan dari rumah sakit swasta sebab rumah sakit negeri hampir penuh.
Bahkan, BRSU Tabanan sebelumnya sempat kewalahan sehingga menggunakan IGD sebagai ruangan darurat pasien covid-19 karena ruang isolasi penuh.
Menurut data yang berhasil diperoleh dari Dinas Kesehatan Tabanan, total ada 10 rumah sakit baik negeri maupun swasta di Tabanan.
Baca juga: Dua Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Tabanan Penuh, Sebagian Besar Pasien Mengeluhkan Sesak Napas
Dari 10 RS, hanya 8 RS yang menyediakan ruangan isolasi pasien covid 19 dengan rincian 2 RS milik Pemkab Tabanan dan 6 RS Swasta.
Total bed yang tersedia adalah sebanyak 200 bed dan sudah terisi 153 bed, kemudian saat ini sisanya hanya 47 bed.
Artinya keterisian bed di masing-masing rumah sakit sudah mencapai di atas 50 persen.
“Untuk di RS Tabanan, kemarin sempat sampai tunggu antrian masuk ruang isolasi karena penuh. Pasien positif ini sempat dirawat sementara di IGD,” ungkap Direktur BRSU Tabanan, dr Nyoman Susila saat dikonfirmasi, Rabu 21 Juli 2021.
Namun, kata dia, beruntungnya tadi pagi sudah ada pasien positif yang dinyatakan sembuh sehingga pasien yang sempat dirawat di IGD ini sudah masuk ruangan isolasi.
Pihak BRSU Tabanan melokuskan tempat isolasi pasien positif Covid 19 di Gedung Cempaka.
“Jadi total pasien yang dirawat 74 Orang hari ini, karena sisanya lagi 4 itu untuk ibu dan bayi,” sebutnya.
Dr Nyoman Susila mengungkapkan, kemungkinan terburuk nantinya akibat penuhnya ruang isolasi ini akan membuat pasien baru tak mendapat tempat.
Apakah layanan di IGD untuk pasien umum lainnya akan terganggu?
Dr Susila menyatakan pihaknya pasti akan berupaya sebaik mungkin untuk memberikan pelayanan. Mengingat situasi dan kondisi saat ini, langkah awal yang bisa dilakukan pihak rumah sakit adalah dengan mengarahkan pasien positif baru ke RS lain contohnya ke RS Nyitdah di Kecamatan Kediri.
Baca juga: Utamakan Pasien Emergency, Rumah Sakit Tabanan Siasati Penggunaan Oksigen
“Nanti kalau pasien baru lagi, belum ada tempat. Sementara kita arahkan ke RS lain seperti Nyitdah. Itupun semasih bisa. Kami juga kesulitan juga karena banyak nakes terpapar,” jelasnya.
Dr Susila menegaskan agar masyarakat seluruhnya disiplin penerapan protocol Kesehatan.
Menurutnya, jika protokoler tidak dijalankan, tambahan kasus akan terus bertambah dan pandemi tak akan selesai.
“Kalau kerumunan masih ada, tak akan selesai,” tegasnya.
Oksigen Hanya Bertahan Hingga Besok Pagi
Disisi lain, dr Susila mengungkapkan untuk ketersediaan oksigen terutama oksigen liquid sangat tipis alias langka. Sebab, kepastian kedatangan pasokan oksigen belum pasti.
“Oksigen liquid tipis sekali, belum ada berita kapan datang. Kami akan siagakan tabung-tabung cadangan, itupun hanya mampu bertahan sampai besok pagi,” terangnya.
Dengan kondisi ini, pihaknya menyatakan akan berburu oksigen tabung. Sebab, ketersediaan oksigen ini harus cukup mengingat masalahnya adalah pasien sangat banyak. Artinya produksinya tidak memadai dengan kebutuhan.
“Tapi barusan ada info akan ada dropping, namun kami belum dapat jadwal. Semoga sebelum besok pagi dapat jatah sehingga pasokan aman,” harapnya.
Harap-harap Cemas Jika Kasus Berat Melonjak
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr I Nyoman Suratmika menyebutkan, keterisian bed untuk pasien positif covid di ruang isolasi seluruh Tabanan sudah mencapai 76,5 persen.
Artinya dari 200 bed yang tersedia sudah terisi 153 bed dan sisanya hanya 47 bed saja.
Baca juga: Tabanan Siapkan 116 Bed Isolasi Terpusat, Berada di Dua Kecamatan, Khusus untuk Pasien OTG dan GR
“BOR kita di Tabanan sudah 76,5 %. Tapi semua itu karena di RS Nyitdah ada 12 bed yang tidak bisa terpakai karena ruangannya rusak. Sekarang on proses untuk perbaikan,” ungkap dr Suratmika.
Dia sangat berharap kedepannya kasus bisa terkendali dan masyarakat diminta untuk mentaati protokol Kesehatan agar kasus tidak kembali melonjak.
Selain itu, ia juga berharap tidak ada kasus yang berat karena ketersediaan bed saat ini sudah sangat sedikit.
“Kita hanya bisa mengandalkan yang tersedia di RS swasta dan RS Nyitdah yang masih dalam perbaikan. Mari berdoa semoga bisa terkendali dan tidak ada kasus berat lagi,” harapnya.(*)
Artikel lainnya di Berita Tabanan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ambulans-siaga-di-tabanan-bali.jpg)