Corona di Bali
Utamakan Pasien Emergency, Rumah Sakit Tabanan Siasati Penggunaan Oksigen
Peningkatan kasus positif Covid-19 beberapa waktu belakangan ini membuat para tenaga kesehatan kewalahan.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Peningkatan kasus positif Covid-19 beberapa waktu belakangan ini membuat para tenaga kesehatan kewalahan.
Selain itu pihak rumah sakit juga khawatir dengan mulai langkanya pasokan oksigen beberapa hari belakangan ini.
Penggunaan oksigen di Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan, Bali, cukup meningkat drastis sejak pandemi berlangsung.
Kondisi peningkatan kebutuhan oksigen ini agak tinggi pada Juli 2021 ini karena peningkatan kasus yang cukup tinggi.
Baca juga: PPKM Darurat, Mobilitas Warga Turun 20 Persen di Denpasar, Kasus Positif Covid-19 Masih Tinggi
Pihak rumah sakit pun menyiasatinya dengan cara menunda pemberian oksigen yang tidak dalam kondisi emergency atau darurat.
Menurut data yang berhasil diperoleh dari BRSU Tabanan, total penggunaan oksigen dalam setahun berada di angka 128,048 m3 oksigen cair dan 3.730 tabung.
Jumlah tersebut terjadi sebelum pandemi atau pada 2019.
Namun ketika tahun 2020 jumlah penggunaan oksigen di rumah sakit Tabanan ini meningkat menjadi 193,092 m3 oksigen cair dan 3.933 tabung oksigen.
Kemudian, dalam tujuh bulan tahun 2021 atau Januari hingga 5 Juli 2021, penggunaan oksigen cair atau liquid di BRSU Tabanan meningkat drastis.
Dalam tujuh bulan ini oksigen yang telah digunakan 120,143 m3 atau hampir sama dengan penggunaan di sebelum pandemi.
Jika kasus kian parah, kemungkinan oksigen akan sangat minim.
“Saat ini penggunaannya cukup meningkat tinggi dan pasokannya mulai tipis. Ini sudah terjadi beberapa hari sejak kasus meningkat,” ungkap Direktur Umum BRSU Tabanan, dr I Nyoman Susila, Senin 19 Juli 2021.
Dia melanjutkan, permasalahan kelangkaan oksigen ini tidak terjadi di Tabanan atau Bali saja, melainkan ini berlaku secara nasional.
Di kalangan nasional, keluhan serupa juga terjadi yakni suplai oksigen yang kurang.
Dengan kondisi ini pihak rumah sakit hanya menjalankan pasien yang sifatnya emergency, sedangkan yang tidak emergency ditunda sementara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ambulans-siaga-di-tabanan-bali.jpg)