Berita Bali

Tak Ada Aksi Demo Anonymous Indonesia di Renon, Pangdam IX/Udayana Ajak Masyarakat Jangan Terhasut

Disebutkan bahwa aksi tersebut mengajak pihak yang kontra terhadap pemerintah ihwal covid-19, untuk merapatkan barisan.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Suasana di Kawasan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Bali pada Sabtu 24 Juli 2021 sore 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seruan aksi demo serentak yang rencananya digelar di areal Monumen Bajra Sandhi, Renon, Denpasar, Bali pada Sabtu 24 Juli 2021 diduga hoaks, yang disebarkan oknum tidak bertanggungjawab.

Selebaran seruan aksi unjuk rasa oleh elemen masyarakat menamakan diri Anonymous Indonesia menuntut pemerintah untuk stop drama Covid-19, yang tertulis titik kumpul lokasi di Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang dan Bali.

Disebutkan bahwa aksi tersebut mengajak pihak yang kontra terhadap pemerintah ihwal covid-19, untuk merapatkan barisan.

Pantauan Tribun Bali dari pagi hari hingga sore ini sekitar pukul 16.00 Wita, suasana di kawasan Monumen Bajra Sandhi cenderung landai dan lengang, bahkan bagian dalam fasilitas umum itu tertutup, karena Bali sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3.

Baca juga: Ini Tanggapan Pangdam IX/Udayana Mengenai Selebaran Aksi Demo di Tengah Masa PPKM di Bali

Tidak terlihat ada kelompok massa yang berencana melakukan unjuk rasa di kawasan tersebut yang rencananya juga mengenakan kostum atribut topeng. Pun tidak ada penjagaan berarti oleh pihak kepolisian.

Arus lalu lintas di Jalan Cok Agung Tresna - Jalan Raya Puputan - Jalan Ir. H. Juanda - Jalan Basuki Rahmat - Jalan Kusuma Atmaja dan sekitarnya terpantau lancar dan cenderung lengang.

Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak mensinyalir seruan aksi unjuk rasa itu hanya dilakukan oleh anak muda yang mencoba-coba, bukan berangkat dari kalangan masyarakat bawah.

"Kadang-kadang saya melihat, yang marah itu kelompok bawah atau cuma orang yang tidak jelas, lihat saja orang yang lari- lari itu, bukan orang yang nggak makan itu, perhatikan tidak foto-fotonya, itu orang orang berduit semua, maksudnya pulang ke rumah masih bisa makan. Orang kecilnya baik-baik saja, itu mungkin hanya anak muda yang coba-coba," ujarnya.

"Yang kita takutkan masyarakat yang kelaparan, kalau aksi - aksi itu mungkin anak muda yang dari medsos putar-putar, karena keterbatasan informasi, saya tegaskan tidak ada masyarakat kelompok bawah yang marah. Bahkan anggota saya cek BPNT ( Bantuan Pangan Non Tunai) pun sampai bantuan di ujung Karangasem sana," imbuh Mantan Komandan Paspampres RI itu.

Pangdam mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terhasut dengan ajakan aksi - aksi unjuk rasa terlebih di tengah masa PPKM untuk menyudahi pandemi Covid-19.

Maruli berharap, di tengah pandemi Covid-19 masyarakat bisa berkomunikasi melalui pemerintah dan desa adat di Bali terkait aspirasi-aspirasi, sehingga mampu meredam potensi-potensi yang tidak diinginkan hingga mengganggu ketertiban umum seperti yang terjadi di daerah lain.

"Di kita (Bali,-red) sebetulnya wilayahnya tidak terlalu padat seperti di daerah Jawa, jadi komunikasi pemerintah daerah dengan masyarakat lebih baik.

 Apalagi di Bali khususnya, adatnya bisa berjalan dengan baik, saya pikir bisa kita komunikasi," ujar Pangdam IX/Udayana saat dijumpai di Makodam IX/Udayana, Denpasar, Bali, pada Jumat 23 Juli 2021

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved