Breaking News:

Setiap Harinya TPA Mandung 'Dikunjungi' Sampah Sampai 90 Ton, DLH Tabanan Merasa Sangat Kewalahan

Bahkan, saat ini tumpukan sampah tersebut justru meluber hingga mendekati kantor setempat dan hampir menutup jalan masuk ke TPA.

Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Eviera Paramita Sandi
DLH Tabanan
Kondisi sampah yang meluber di areal TPA Mandung, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Kamis 29 Juli 2021. Seorang petugas tampak menyemprotkan eco enzyme secara rutin untuk membantu proses penguraian lebih cepat. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Permasalahan sampah di Kabupaten Tabanan seakan tak pernah selesai.

Hal itu karena Tempat Pembungan Akhir (TPA) Mandung yang terletak di Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan selalu overload.

Setiap hari, TPA Mandung "dikunjungi" sampah mencapai 90 ton hingga mengakibatkan tumpukan sampah menjulang tinggi mencapai 10 meter.

Bahkan, saat ini tumpukan sampah tersebut justru meluber hingga mendekati kantor setempat dan hampir menutup jalan masuk ke TPA.

Atas kondisi tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan pun merasa sangat kewalahan.

Untuk jangka pendek, pihaknya akan menyetop suplai sampah dari pihak swasta selama dua hari.

Dalam dua hari tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk penataan sampah.

Selain itu, pihak DLH juga sebelumnya berencana mengusulkan pelebaran lahan TPA di sekitarnya, namun karena kondisi keuangan yang tak memungkinkan sehingga ditunda.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan, I Made Subagia mengatakan, jumlah sumbangan sampah dari masyarakat menuju TPA Mandung saat ini mencapai 90 ton bahkan bisa tembus 100 Ton per harinya.

Jumlah yang masuk ke TPA Mandung ini disumbang dari sampah swasta dibandingkan layanan DLH.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved