Breaking News:

Berita Badung

Tim Gabungan Yustisi Pantau Pelaksanaan PPKM di Beberapa Pasar di Badung

Tim Yustisi gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan Satpol PP Kabupaten Badung tetap melakukan pemantauan PPKM level 4

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Tim Yustisi Polres Badung saat melakukan pemantauan di wilayah Sempidi, Badung, Bali pada Kamis 29 Juli 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Tim Yustisi gabungan yang terdiri dari TNI-Polri dan Satpol PP Kabupaten Badung tetap melakukan pemantauan Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

Pada Kamis 29 Juli 2021 tim yustisi memantau wilayah Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, terutama terhadap masyarakat di pasar tradisional.

Dalam pemantauan, warga diminta tetap melakukan protokol kesehatan (prokes) untuk memakai masker dan tidak menimbulkan kerumunan.

Baca juga: Banyak Hotel yang Dijual di Badung, Giri Prasta : Saya Tidak Mau Berkomentar 

Selain itu juga diberikan imbauan terkait kasus covid-19 yang masih masif.

"Kita lakukan penertiban, tidak hanya kepada para pedagang yang ada di pasar tetapi pengunjung pasar juga diimbau untuk selalu patuhi protokol kesehatan," jelasnya Ipda Gede Artawan, Panit 1 Patroli Polsek Mengwi.

Pihaknya mengatakan jika kedapatan ada warga masyarakat yang tidak mematuhi imbauan pemerintah baik berupa Instruksi Mendagri No 15 tahun 2021 maupun Instruksi Inmendagri No 16 tahun 2021 maka akan dilakukan peneguran.

Baca juga: Satpol PP Kabupaten Badung Tegur Dua Pengendara Motor yang Tak Kenakan Masker dengan Benar di Kuta

Selain pasar, titik pantauannya juga menyasar pemukiman warga yang rawan akan terjadi kerumunan seperti upacara keagamaan.

"Pokoknya sekarang yang terpenting adalah menjaga masyarakat tetap disiplin prokes, agar tidak jadi korban berikutnya," ucapnya

PPKM darurat ini memperketat beberapa aturan seperti pelaksanaan pembagian BST yang dilaksanakan oleh beberapa desa/kelurahan di Kecamatan Mengwi agar mengurangi kerumunan dan pembatasan jam operasional pasar, dan pembatasan jumlah tamu untuk pernikahan sebanyak 30 orang dan  dilarang menggelar resepsi.

Baca juga: 13.200 UMKM di Badung Dipastikan Akan Menerima BPUM BLT UMKM Masing-masing Rp 1,2 Juta

"Jadi tetap kita kita imbau, sehingga kasus covid-19 bisa menurun," tambahnya. (*)

Berita lainnya di Berita Badung

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved