Berita Denpasar

Terkait Dugaan Korupsi Pejabat di Disbud Denpasar, DPRD Kota Sebut Jadi Preseden Buruk Birokrasi

Pejabat tinggi yang berinisial IGM tersebut ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2019

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Net/google
Ilustrasi Korupsi - Terkait Dugaan Korupsi Pejabat di Disbud Denpasar, DPRD Kota Sebut Jadi Preseden Buruk Birokrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seorang pejabat tinggi di lingkungan Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Denpasar ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, Kamis 5 Agustus 2021.

Pejabat tinggi yang berinisial IGM tersebut ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun anggaran 2019 - 2020 untuk pengadaan aci-aci dan sesajen pada banjar di Kota Denpasar.

Kasus ini langsung mendapat tanggapan dari dewan kota.

Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Demokrat, Anak Agung Susruta Ngurah Putra mengaku prihatin dengan adanya kasus tersebut.

Baca juga: Pejabat Dinas Kebudayaan Kota Denpasar Ditetapkan Sebagai Tersangka, Terkait Dugaan Korupsi

Susruta mengatakan bahwa pihaknya menyayangkan adanya dugaan tindakan korupsi yang dilakukan oleh pejabat tinggi di lingkungan Pemkot Denpasar.

Bahkan, hal ini menurutnya menjadi preseden buruk bagi birokrasi di Denpasar.

"Iya ini menjadi preseden buruk dalam birokrasi," ucapnya.

Pasalnya, seharusnya jabatan yang diembannya tersebut menjadi memiliki pesan moral sebagai pelayan dan pengayom masyarakat.

Padahal, jabatan yang diembannya tersebut merupakan amanah yang harusnya dipertanggungjawabkan bukan saja kepada rakyat tetapi juga kepada Tuhan

"Pesan moral untuk para penguasa, bahwa jabatan itu ada masa waktunya. Jadilah pelayan dan pengayom masyarakat.

Apa yang kalian lakukan akan meninggalkan nama, nama yang akan dikenang oleh rakyat, jauh setelah kalian meninggalkan jabatan yang kalian emban. Pesan bahwa jabatan ada masa waktunya, amanah apa yang dipercayakan masyarakat, apa yang diharapkan masyarakat," ungkap dia.

Pun begitu, pihaknya menyerahkan mengenai perkembangan kasus tersebut kepada kejaksaan untuk mengusutnya.

"Saya nggak mau masuk ke masalah hukumnya. Silahkan ke kejaksaan untuk mengusut," paparnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud) Denpasar, I Gusti Ngurah Bagus Mataram memilih belum bisa menanggapi hal tersebut.

Baca juga: Sebelum Ditemukan Tewas, PSK di Eks Lokalisasi Padang Galak Denpasar Sempat Layani Bule

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved