Breaking News:

Ruang Angkasa

Ilmuwan Mendeteksi Ada Cahaya di Balik Lubang Hitam atau Black Hole

Seperti dilansir CNN, para ilmuwan mengatakan fenomena itu memenuhi prediksi yang berakar pada teori relativitas umum ilmuwan Albert Einstein.

Editor: DionDBPutra
NASA/JPL-Caltech via KOMPAS.COM
Largest black hole: TON 618 

TRIBUN-BALI.COM- Para ilmuwan untuk pertama kali mendeteksi adanya cahaya dari balik black hole atau lubang hitam.

Hal ini merupakan pertunjukan cahaya di luar angkasa yang berbeda dari yang lain.

Seperti dilansir CNN, para ilmuwan mengatakan fenomena itu memenuhi prediksi yang berakar pada teori relativitas umum ilmuwan Albert Einstein.

Astrofisikawan Universitas Stanford Dan Wilkins dan rekan-rekannya, mengamati sinar-X yang dilepaskan oleh lubang hitam supermasif.

Baca juga: Dua Bulan Lagi Turis Sudah Bisa Jalan-jalan ke Ruang Angkasa

Baca juga: Robot NASA Sukses Bikin Oksigen di Mars, Tanda Baik untuk Kehidupan di Planet Merah

Lubang hitam tersebut terletak di pusat galaksi yang berjarak 800 juta tahun cahaya dari Bumi, tempat hunian manusia.

Suar cahaya terang ini tidak biasa karena meskipun cahaya tidak bisa lepas dari lubang hitam, gravitasi yang sangat besar di sekitarnya dapat memanaskan material hingga jutaan derajat.

Bahan tersebut dapat melepaskan gelombang radio dan sinar-X. Terkadang, bahan yang sangat panas ini terlempar ke luar angkasa oleh pancaran cepat, termasuk sinar-X dan sinar gamma.

Tetapi Wilkins memperhatikan kilatan sinar-X yang lebih kecil yang terjadi kemudian dan memiliki warna yang berbeda.

Semuanya datang dari sisi jauh lubang hitam.

"Setiap cahaya yang masuk ke lubang hitam itu tidak keluar, jadi kita seharusnya tidak dapat melihat apa pun yang ada di balik lubang hitam itu," kata Wilkins.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved