Breaking News:

Corona di Bali

RSUD Buleleng Tambah Delapan Bed untuk Pasien Covid

Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Buleleng terus meningkat. Pihak rumah sakit pun kini terpaksa menambah lagi delapan bed

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Bed Occupancy Rate (BOR) di RSUD Buleleng terus meningkat.

Pihak rumah sakit pun kini terpaksa menambah lagi delapan bed atau tempat tidur khusus untuk pasien Covid bergejala berat yang dirawat di ruang ICU. 

Dengan adanya penambahan ini, bed yang telah disediakan untuk merawat pasien Covid sudah mencapai 46 persen atau sebanyak 112 unit, dari total kapasitas bed yang dimiliki.

Jumlah ini tentu melampaui anjuran dari pemerintah pusat, yakni hanya 40 persen. 

Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Buka Layanan Telekonsultasi untuk OTG

Sekda Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, delapan bed yang ditambah itu bisa digunakan oleh pasien bergejala berat dalam satu atau dua hari kedepan.

Sebab, selain menyediakan bed,  pihak rumah sakit juga masih perlu melengkapi alat medis yang dibutuhkan.

"Begitu BOR meningkat, rumah sakit memang harus menambah tempat tidur. Bahkan untuk RSUD, penambahan bednya sudah lebih dari 40 persen karena hanya RSUD yang punya ruang ICU," ucapnya. 

Baca juga: Disdikpora Buleleng Terima Bantuan DAK dari Pemerintah Pusat Sebesar Rp34.9 Miliar

Suyasa pun mengimbau agar rumah sakit swasta yang ada di Buleleng juga ikut menyediakan ruang ICU untuk pasien bergejala berat, agar mengurangi beban di RSUD Buleleng.

"Tingkat hunian ICU covid di RSUD Buleleng cukup tinggi, bahkan nomor dua setelah RSUP Sanglah karena RS Swasta tidak punya ruang ICU khusus Covid.  Makanya kami mendorong RS Swasta juga ikut menyediakan," jelasnya. 

Di sisi lain, terkait perkembangan Covid Jumat 6 Agustus 2021 terdapat penambahan 150 kasus baru terkonfirmasi.

Rinciannya dari Kecamatan Banjar 11 orang, Kecamatan Buleleng 68 orang, Kecamatan Busungbiu 13 orang, Kecamatan Gerokgak lima orang, Kecamatan Kubutambahan 14 orang, Kecamatan Sawan 12 orang, Kecamatan Seririt 9 orang, Kecamatan Sukasada 12 orang, dan Kecamatan Tejakula enam orang. 

Baca juga: Buleleng Diguncang Gempa 3.6 Skala Richter, Riska Segera Gendong Anak Keluar Rumah

Selain itu juga terdapat penambahan empat kasus kematian dengan hasil swab test positif Covid.

Masing-masing berasal dari Kecamatan Tejakula, Banjar, Buleleng dan Seririt.

Serta terdapat penambahan jumlah pasien Covid yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 72 orang. Dengan demikian, sisa pasien yang masih dirawat berjumlah 1.361 orang. (*)

Berita lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved