Corona di Bali
Pengunjung Kafe di Buleleng Dirapid Antigen Acak
Kodim 1609/Buleleng kembali melaksanakan rapid antigen acak, pada Sabtu 7 Agustus 2021 kemarin malam.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Kodim 1609/Buleleng kembali melaksanakan rapid antigen acak, pada Sabtu 7 Agustus 2021 kemarin malam.
Lokasinya kali ini bukan di pasar, melainkan di kafe dan warung angkringan yang ada di kawasan kota Singaraja.
Rapid antigen acak ini mulanya dilakukan di Cafe Manji yang terletak di Jalan Udayana.
Empat orang petugas berpakaian APD lengkap, langsung melakukan rapid antigen kepada tujuh orang pengunjung yang ada di kafe tersebut.
Baca juga: RSUD Buleleng Tambah Delapan Bed untuk Pasien Covid
Hasilnya kemudian dinyatakan non reaktif.
Rapid antigen acak kemudian dilaksanakan di warung angkringan Kamyu, yang ada di pinggir Pantai Penimbangan.
Di sana, ada sembilan orang pengunjung yang di-rapid antigen, dan hasilnya juga non reaktif.
Bati Ops Kodim/1609 Buleleng Pelda Made Sukartika mengatakan, rapid antigen acak ini dilakukan untuk membatasi penularan Covid-19.
Baca juga: Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Buka Layanan Telekonsultasi untuk OTG
Terlebih pemerintah pusat juga telah mengintruksikan agar Tracing, Testing dan Treatment (3T) gencar dilakukan.
"Ini langkag antisipasi, untuk mencegah virus meluar lebih luas. Astungkara hasilnya semua non reaktif. Kegiatan seperti ini akan kami lakukan terus," jelasnya.
Pelda Sukartika pun tidak menampik, saat melakukan rapid antigen acak ini, banyak pengunjung yang ditemukan melarikan diri saat melihat ada petugas berpakian APD lengkap datang.
Baca juga: Buleleng Diguncang Gempa 3.6 Skala Richter, Riska Segera Gendong Anak Keluar Rumah
"Ya memang ada beberapa pengunjung yang lari karena takut dites. Kegiatan seperti ini juga tumben kami lakukan malam, mereka jadi kaget dan lari."
"Ada juga pengunjung yang berani dites, itu bagus jadi mereka tahu bagaimana kondisi kesehatannya apakah terpapar atau tidak," ungkapnya.
Baca juga: Stok Menipis, Dandim Buleleng Wajibkan Anggotanya Donor Plasma Konvalesen
Sementara salah satu pengunjung Cafe Manji, Sugita Darmawan mengaku sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh pihak anggota TNI tersebut.
Sebab, kegiatan tersebut dapat mencegah virus menular lebih luas.
"Apalagi varian Delta, menularnya lebih cepat. Teman-teman saya yang sudah vaksin dua kali masih tetap bisa terpapar."
"Jadi dengan adanya tes jemput bola ini, sangat efektif. Kalau hasilnya ditemukan reaktif, bisa segera isolasi mandiri, tidak perlu panik," ungkap pria yang juga berprofesi sebagai dokter di RS Kertha Usada Singaraja ini. (*)
Berita lainnya di Berita Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kodim-1609buleleng-saat-menggelar-rapid-antigen-acak-kepada-para-pengunjung-kafe.jpg)