Berita Tabanan
TPA Mandung Tabanan Overload, Perluasan Lahan Terbentur Minimnya Anggaran
Sampah masuk ke TPA Mandung di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali, sekitar 90 ton per harinya.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sampah masuk ke TPA Mandung di Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Bali, sekitar 90 ton per harinya.
Hal ini membuat tumpukan sampah di kawasan tersebut overload.
Bahkan pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan pernah menyetop masuknya sampah swasta selama dua hari.
Selain itu, DLH juga mengusulkan untuk perluasan lahan sekitar 2 hektare namun terkendala anggaran daerah yang minim.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan, I Made Subagia mengatakan, setiap tahunnya DLH memang mengusulkan perluasan lahan untuk TPA Mandung.
Baca juga: Santoso Bawa Kabur Tas Pengusaha Ternak di Tabanan, Gunakan Uang Tunai Dalam Tas Curiannya
Sebab, kondisi TPA saat ini sudah tak bisa dikendalikan alias overload parah.
"Sangat overload sekarang, kondisi ini terjadi semenjak pandemi ini. Tumpukan sampah yang dibawa ke TPA dari 90-100 ton. Kita sangat perlu untuk mengelola sampah berbasis sumber itu," ungkap Subagia saat dikonfirmasi.
Disinggung mengenai solusi seperti rencana perluasan TPA, Subagia menyatakaan pihaaknya tetap mengusulkan perluasan setiap tahunnya.
Baca juga: Evakuasi Truk Tronton di Tabanan Tunggu Alat Berat, Truk Bermuatan 40 Ton Tutup Setengah Badan Jalan
Namun, karena kondisi anggaran daerah yang tak memungkinkan terpaksa ditunda.
Rencananya pihak DLH akan memperluas sekitar 2-5 hektare untuk TPA.
Warga pemilik tanah di sekitar lokasi pembungan sampah ini juga merelakan jika perluasan ini untuk kebaikan bersama.
Namun lagi-lagi terkendala anggaran.
Sebab di kawasan lahan tersebut diperkirakan harga tanah saja Rp100 Juta bisa lebih.
Selain lahan, nantinya juga akan membutuhkan alat penunjangnnya yang tentunda dari segi harga tak murah.
Baca juga: 2.051 Pelamar CPNS di Pemkab Tabanan Gugur pada Seleksi Administrasi, Panitia Sediakan Masa Sanggah
"Untuk di TPA kita lagi-lagi terkendala karena anggaran yang tidak cukup. Mungkin nanti perlu perluasan sekitar 2 hektar. Namun anggaran untuk lahan saja sudah sangt tinggi belum ditambah mesinnya," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-sampah-yang-meluber-di-areal-tpa-mandung-desa-sembung-gede-kecamatan-kerambitan.jpg)