Serba serbi
Arti Pakaian Hitam Dalam Sebuah Prosesi Kematian di Bali
Pakaian berwarna hitam nampaknya menjadi warna pilihan, saat ada sebuah upacara pemakaman.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Misalnya, kata dia, umat Hindu di Bali memaknai tentang berbusana atau berpakaian yang penuh dengan simbol- simbol keagamaan dalam kehidupan masyarakat Hindu di Bali.
Sehingga lahir pakem di tengah masyarakat, bahwa berbusana ke pura tatkala sembahyang biasanya menggunakan warna putih atau kuning.
"Warna putih juga melambangkan kesucian atau keluhuran pikiran dan hati, warna kuning sebagai lambang keluhuran dan kebijaksanaan pikiran dan budi," jelasnya.
Ini bermakna apabila sembahyang ke pura atau tempat suci lainnya harus berpikiran suci, luhur, dan bijaksana.
Sebab pada posisi akan menghaturkan sembah bakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, atau Tuhan Yang Maha Esa beserta manifestasiNya.
Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali telah mengatur pemakaian busana para umat Hindu, dengan tujuan agar ada keseragaman dan kebersamaan.
Baca juga: Ngaben Bikul Diiringi Bade Tumpang Pitu di Tabanan, Berharap Hama Tikus Terkendali
"Sehingga dapat dipakai pedoman dalam penggunaan pakaian, sesuai dengan situasi dan kondisinya. Misalnya busana ke pura untuk sembahyang dengan berpakaian baju putih yang laki- laki menggunakan destar (udeng) yang juga berwarna putih," katanya. Sementara yang perempuan menggunakan kebaya dan kain dengan selendang.
Kemudian berbeda juga jika ke pura untuk ngayah, seperti membuat sarana atau melaksanakan kegiatan bersih- bersih cukup menggunakan adat madya.
Lalu untuk busana melayat atau berkabung menggunakan pakaian berwarna hitam, sebagai wujud menunjukkan keadaan atau kondisi berduka( bersedih).
"Kalau selain keluarga yang berduka jika melayat ke rumah duka, sebaiknya juga berpakaian menyesuaikan warna hitam atau gelap. Itu sebagai bukti rasa simpati, ikut prihatin dan ikut berbela sungkawa ( berduka cita)," sebut mantan kepala sekolah ini.
Kemudian, apakah bisa saat berkabung mengenakan pakaian putih bukan hitam?
Jero Mangku Ketut Maliarsa menjelaskan, apabila mengacu pada ketentuan dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali, sebaiknya berkiblat pada ketentuan itu.
"Sebagai umat Hindu di Bali untuk penggunaan busana yang tepat dan sesuai dengan situasi dan kondisi. Boleh saja berpakaian dengan warna lain. Baik itu warna putih, warna kuning, atau warna apa saja saat melayat. Tetapi secara rasa dan rasio tentunya kurang pas," jelasnya.
Atau secara rasio mungkin benar karena cara berpikirnya bahwa yang penting berpakaian, namun secara rasa kurang baik.
Tetapi ia mengatakan, hal seperti ini tergantung pada pribadi masing-masing orang.