Serba serbi
Arti Pakaian Hitam Dalam Sebuah Prosesi Kematian di Bali
Pakaian berwarna hitam nampaknya menjadi warna pilihan, saat ada sebuah upacara pemakaman.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pakaian berwarna hitam nampaknya menjadi warna pilihan, saat ada sebuah upacara pemakaman.
Hal ini pula terjadi di tengah-tengah masyarakat Hindu, yang ada di Bali.
Tatkala ada upacara ngaben, pakaian hitam menjadi pilihan untuk digunakan sebagai bentuk suasana berkabung.
Namun apakah makna pakaian hitam ini sejatinya?
Berikut ulasan penjelasan dari Jero Mangku Ketut Maliarsa, asal Bon Dalem, Buleleng.
Pakaian atau sering disebut busana, adalah merupakan cerminan isi pikiran si pemakai dalam berpenampilan.
Baca juga: Sasih Kasa, Bulan Juni Sampai Agustus Dewasa Baik untuk Ngaben
Bahkan dapat dikatakan sebagai simbol eksistensi pikiran dan hati dari si pemakainya.
Apakah itu berupa lambang kedamaian, ketenangan si pemilik pakaian.
Dan juga sebagai tanda ketidaknyamanan pikiran dan hati karena sebuah musibah atau berduka.
Semua bisa terlihat dari warna yang dikenakan.
Untuk itu, biasanya warna cerah identik dengan suatu kebahagiaan dan keceriaan.
Sedang warna hitam sebagai perlambang kesedihan atau duka.
Walau tentu tidak 100 persen demikian adanya. Karena banyak orang yang memang sehari-harinya suka mengenakan warna pakaian yang gelap.
Baca juga: Desa Adat Padangsambian Denpasar Gelar Ngaben Massal, Sederhana Tetapi Tidak Mengurangi Makna
"Masalah berbusana untuk umat Hindu di Bali, dapat dilihat dari penampilannya dalam situasi dan kondisi yang dialaminya," jelas pemangku Pura Campuhan Windhu Segara ini, kepada Tribun Bali, Selasa 10 Agustus 2021.