Breaking News:

Berita Gianyar

UPDATE Pencarian Sadra, BPBD Gianyar Lakukan Pencarian di Pinggir Pantai karena Kekurangan Alat

Pencarian Made Sadra (65) asal Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali yang hanyut di Pantai Pering, Blahbatuh masih dilakukan

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Pemantauan korban terseret arus di Pantai Pering, Blahbatuh, Gianyar, Bali, Selasa 10 Agustus 2021 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pencarian Made Sadra (65) asal Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Bali yang hanyut di Pantai Pering, Blahbatuh masih dilakukan secara manual oleh Balawista BPBD Gianyar.

Yakni hanya memantau korban dari pinggir pantai.

Hal tersebut terjadi karena mereka keterbatasan alat atau bahkan tidak ada perahu sama sekali, untuk mencari korban ke tengah laut.

Kepala BPBD Gianyar, Ida Bagus Suamba, Selasa 10 Agustus 2021 mengatakan, pencarian hanya dilakukan di pesisir pantai.

Baca juga: Terjatuh dari Pohon Kelapa dan Tercebur ke Sungai Singa Gianyar, Wayan Warta Ditemukan Meninggal

Di mana sejak pagi ini, tim Balawista BPBD Gianyar masih menunggu di pesisir pantai, berharap korban yang diduga sudah meninggal, bisa ditemukan di pinggir pantai. 

"Pagi ini, balawista kami kerahkan untuk mencari pencarian. Kalau nanti belum ditemukan, mungkin nanti akan koordinasi dengan Tim SAR Denpasar," ujarnya. 

"Pencarian belum menggunakan perahu. Masih di pantai, karena keterbatasan alat. Hanya bisa kita pantau dari pantai saja. Kondisi gelombang saat ini tenang dan langit cerah. Ketika ditemukan dekat pantai, tim Balawista kami akan berenang mengevakuasi korban," ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS:Sadra Terseret Arus Saat Mandi di Pantai Pering Gianyar,Kini Masih Dilakukan Pencarian

Terkait apakah peristiwa ini murni karena korban terseret gelombang. Gus Suamba belum bisa memastikan.

Namun berdasarkan keterangan yang didapatkannya dari Camat Blahbatuh, saat itu korban dalam keadaan depresi karena persoalan pribadi.

"Kemarin ada informasi dari Camat Blahbatuh, bahwa yang hanyut ini sedang dalam depresi. Sudah pernah hanyut, tapi saat itu ada yang menolong," ujarnya.

Baca juga: Gianyar Tengah Lakukan Beberapa Pengadaan, Biaya Pengadaan Lampu Lebih Besar dari Kesehatan

"Kemarin mungkin situasi pas sepi. Tapi tetap diduga (bukan bunuh diri),  tapi yang bersangkutan terseret arus. Karena sepeda motor dan sabit masih ditemukan," tandasnya.

Lalu sejauh mana pemantauan korban, Gus Suamba mengatakan, anggotanya telah menyebar dari Pantai Lebih hingga Masceti.

Dalam hal ini, pihaknya juga dibantu oleh anggota komunitas Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Indonesia dalam melakukan pemantauan.

"Kami lakukan pemantau radius 100 meter ke kanan dan kiri," ujarnya. (*)

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved