Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

1.183 Cakep Lontar di UPTD Gedong Kirtya Singaraja Sudah Dialih Aksara

Kepala UPTD Gedong Kirtya Singaraja, Dewa Ayu Putu Susila Wati mengatakan, total cakep lontar yang dimiliki oleh pihaknya sebanyak 2.022

Tayang:
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
(Tribun Bali/Rizal Fanany)
ilustrasi lontar - 1.183 Cakep Lontar di UPTD Gedong Kirtya Singaraja Sudah Dialih Aksara 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - UPTD Gedong Kirtya Singaraja telah melakukan alih aksara terhadap 1.183 cakep lontar koleksinya.

Alih aksara dilakukan untuk mempermudah pengunjung memahami maksud dan arti dari isi lontar yang dibaca.

Kepala UPTD Gedong Kirtya Singaraja, Dewa Ayu Putu Susila Wati mengatakan, total cakep lontar yang dimiliki oleh pihaknya sebanyak 2.022.

Pihaknya kemudian melakukan alih aksara terhadap cakep lontar tersebut secara bertahap.

Baca juga: Atasi Persoalan Sampah, Buleleng Dapat Bantuan Pembangunan 3 Unit TPS3R dari Kementerian PUPR

Dimana, per tahun rata-rata jumlah yang dialih aksarakan mencapai 8 hingga 10 cakep lontar.

Alih aksara yang dilakukan berupa menyalin lontar dari aksara Bali ke aksara latin, kemudian menerjemahkannya ke bahasa Bali Kuno, bahasa Jawa Kuno, serta bahasa sansekerta.

"Rata-rata per tahun memang hanya bisa 8 hingga 10 cakep lontar yang bisa dialihaksarakan.

 Sebab pegawai yang memiliki basik keilmuan lontar yang kami miliki hanya satu orang, itu pun pegawai kontrak.

Pegawai lain juga tetap membantu sedikit-sedikit," jelasnya.

Selain terkendala dengan jumlah tenaga, proses alih aksara dikatakan Susila memang tidak mudah.

Sebab, pegawai yang bertugas melakukan alih aksara juga dibebankan tanggung jawab moral atas hasil yang dikeluarkan, dan harus berhati-hati agar tidak terjadi kesalahan saat menerjemahkan isi lontar.

"Harus benar-benar teliti, agar hasil alih aksaranya tidak menyesatkan saat dibaca publik," terangnya.

Susila menyebut, pihaknya juga tahun ini telah mengusulkan perekrutan pegawai yang memiliki basic keilmuan lontar kepada Dinas Kebudayaan Buleleng.

"Kalau formasi CPNS memang agak susah didapat. Bisa ditutupi dengan mencari tenaga kontrak.

Baca juga: Pemkab Buleleng Ingin Memperluas Lahan TPA Bengkala, Berharap Dapat BKK dari Pemprov

Mudah-mudahan pimpinan menyetujui," ujarnya. (*)

Artikel lainnya di Berita Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved