Breaking News:

Berita Bangli

Sidang Kasus Pembunuhan di Bangli, Ayah & Anak Divonis Masing-masing 12 dan 18 Tahun Penjara

Bertempat di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Bangli, sidang lanjutan dengan agenda pembacaan amar putusan digelar secara daring, dipimpin oleh

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
Suasana sidang pembacaan amar putusan kasus pembunuhan dan penganiayaan berat. Kamis (12/8/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Kasus pembunuhan dan penganiayaan di Desa Songan, Kintamani akhir tahun 2020 lalu, memasuki agenda pembacaan putusan, Kamis 12 Agustus 2021.

Kasus tersebut menyeret I Wayan Adi Susanto dan I Ketut Sendili, yang merupakan ayah dan anak.

Persidangan hari itu menyedot perhatian puluhan keluarga korban.

Ada sekitar 30 orang yang datang untuk melihat langsung persidangan yang dimulai pukul 12.00 wita itu.

Baca juga: Mulai Hari Ini, Bangli Terapkan Isolasi Terpusat di Desa

Kendati demikian, pada pelaksanaan sidang hanya memperbolehkan lima orang perwakilan masuk ke ruangan.

 Sementara sisanya, menonton dari luar gedung PN disediakan layar proyektor.

Bertempat di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Bangli, sidang lanjutan dengan agenda pembacaan amar putusan digelar secara daring, dipimpin oleh Majelis Hakim Redite Ika Septina.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa I Wayan Adi Susanto, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan primair Penuntut Umum, yakni melakukan tindak pidana dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain.

Adi juga dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana melakukan penganiayaan dengan rencana lebih dahulu yang mengakibatkan luka-luka berat, sebagaimana dakwaan kedua subsidair Penuntut Umum.

Oleh Majlis Hakim, pria 25 tahun itu selanjutnya dijatuhi hukuman pidana penjara selama 18 tahun.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved