Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Situasi Taman Satrya Gatotkaca Badung di Tengah Situasi PPKM

Taman Satrya Gatotkaca yang merupakan salah satu tempat rekreasi keluarga di Tuban, Kuta, Badung, Bali, tampak sepi

Tayang:
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Lokasi Taman Satrya Gatotkaca, Tuban, Kuta, Badung, Bali pada Minggu 15 Agustus 2021 - Situasi Taman Satrya Gatotkaca Badung di Tengah Situasi PPKM 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Taman Satrya Gatotkaca yang merupakan salah satu tempat rekreasi keluarga di Tuban, Kuta, Badung, Bali, tampak sepi pada Minggu 15 Agustus 2021 siang.

Selain keindahan pantai yang disajikan di wilayah Kuta, taman yang juga menjadi salah satu tempat rekreasi yang digemari masyarakat ini terlihat tampak sepi di masa perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel.

Namun begitu, kesejukan dan keindahan taman rekreasi yang berada persis di sebelah akses masuk dan keluar menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai ini tetap terasa.

Berdasarkan pantauan Tribun Bali, taman yang berada di lingkungan Banjar Tuban Griya ini tetap terjaga kebersihan dan keindahannya.

Baca juga: Simak Poin-poin Penting SE PHDI Bali Perihal Protokol Penanganan Jenazah Umat Hindu Selama PPKM

Di sekitar taman dan patung Gatot Kaca tidak terlihat adanya tumpukkan sampah.

Tanaman di lokasi juga tampak terawat dan benar-benar dijaga keasriannya.

Namun di masa pandemi saat ini, masyarakat tidak diperkenankan untuk mengunjungi Taman Satrya Gatotkaca ini.

Itu terlihat setelah adanya tanda di pintu masuk atau areal jalan pengunjung yang ditutup menggunakan tali dan spanduk bertuliskan ditutup sementara.

Pengelola Objek Wisata Sangeh Kesulitan Biaya Operasional,Buka Donasi Buah-buahan untuk Pakan Monyet

Pengelola objek wisata di Badung kini seakan patah semangat dengan kondisi saat ini.

Seperti halnya objek wisata Sangeh mulai kebingungan akan untuk pemberian makan para kera yang menjadi daya tarik wisata di tempat tersebut.

Hal itu dikarenakan objek wisata ditutup lagi setelah dikeluarkannya instruksi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali mulai 3 – 20 Juli 2021.

Bahkan Objek Wisata yang terletak di Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal itu kini hanya memiliki sedikit anggaran untuk membeli pakan ratusan monyet tersebut.

Manajer Operasional Objek Wisata Sangeh, Made Mohon mengaku mulai khawatir untuk anggaran tahun depan karena minimnya pendapatan tahun ini.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved