Breaking News:

Corona di Bali

Tempat Penitipan Penuh, PHDI Bali Mohon Gubernur Beri Instruksi Jenazah Dititip Maksimal 2 Hari

Dalam penerapan PPKM untuk menekan laju penyebaran Covid-19, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali mengeluarkan surat edaran

Rizal Fanany
Petugas mengecek kamar jenazah di RSUD Wangaya, Denpasar, Selasa 10 Agustus 2021. Kapasitas kamar jenazah di Wangaya overload, dari kapasitas 21 jenazah, kini terisi sebanyak 71 jenazah. Peningkatan ini terjadi sejak awal Juli 2021 dan Pihak RSUD Wangaya membangun tenda untuk tempat penitipan jenazah. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam penerapan PPKM untuk menekan laju penyebaran Covid-19, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali mengeluarkan surat edaran dengan nomor 078/PHDI-Bali/VIII/2021.

Adapun yang diatur dalam surat edaran ini yakni tentang Protokol Penanganan Jenazah Umat Hindu dalam Kondisi PPKM Pandemi COVID-19 di Bali.

Dikonfirmasi Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan dikeluarkannya surat edaran ini karena belakangan ini di beberapa tempat penitipan jenazah sudah overload.

Baca juga: Pemantauan PPKM Level 4 di Denpasar, 21 Orang yang Berkerumun Dibubarkan

Hal ini karena tingginya kasus positif Covid-19 di Bali dan dibarengi dengan meningkatnya angka kematian.

“Belakangan kasus penularan Covid-19 masih tinggi serta pasien rumah sakit yang meninggal juga semakin banyak. Bahkan di beberapa rumah sakit jumlah jenazah bahkan sudah melampaui kapasitas penyimpanan jenazah yang dimiliki rumah sakit."

"Maka kami dari PHDI Bali mengeluarkan surat ini,” kata Sudiana, Minggu 15 Agustus 2021.

Baca juga: 3.700-an OTG GR di Denpasar Masih Jalani Isolasi Mandiri, Kini Tambah Dua Tempat Isolasi

Sudiana menambahkan, terjadinya overload kapasitas tempat penitipan jenazah ini juga karena keluarga sang palatra atau yang meninggal untuk sementara waktu menitipkan jenazah keluarganya di rumah sakit, untuk mencari hari baik (dewasa ayu) untuk melaksanakan upacara pangabenan.

Pihaknya pun menganggap, kondisi tersebut sudah termasuk dalam kategori darurat sehingga perlu penanganan serius.

Bahkan menurutnya, terkait dengan penanganan wabah/pandemi ini sudah termuat dalam beberapa sumber sastra Hindu seperti Lontar Anda Kacacar, Usada Gede, Usada Ila, Usada Cukil Daki, serta lontar jenis widhi sastra yang terkait penanganan wabah, di antaranya Widhi Sastra Swamandala dan Widhi Sastra Roga Sanghara Gumi.

Baca juga: Kebakaran Toko Meubel di Denpasar, Kerugian Capai Rp100 Juta, Saksi: Anak Kecil Teriak-Teriak

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved