Corona di Bali
PHDI Bali Keluarkan Surat Perihal Protokol Penanganan Jenazah, Minta Paling Lama Dua Hari
Parisada kembali mengeluarkan surat khusus perihal “Protokol Penanganan Jenazah Umat Hindu dalam Kondisi PPKM Pandemi di Bali
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
"Kepada ida para sulinggih dan pinandita atau pemangku serta jero gede, dan pemuka agama lainnya, mohon agar menyarankan kepada krama Bali umat Hindu untuk mengutamakan menunda pelaksanaan upacara yang memungkinkan selama Bali dalam kondisi pandemi Covid-19, menunggu sampai pandemi Covid-19 ini dinyatakan melandai secara resmi oleh pemerintah," tegasnya.
Kemudian apabila upacara dimaksud tidak memungkinkan untuk ditunda pelaksanaannya, maka ida sulinggih serta pinandita/pemangku/jero gede atau sebutan lain dimohon agar memberi arahan dan pembinaan kepada umat Hindu supaya dalam masa pandemi Covid-19 ini diupayakan pelaksanaan upacara yadnya paling alit (Nistaning Kanista).
“Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat dan penuh disiplin. Bahwa semua langkah, arahan, dan imbauan dari yang berwenang seyogyanya dipahami ditujukan untuk mengutamakan keselamatan dan kesejahteraan umat,” katanya.
Pihak Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Wangaya Denpasar menyambut baik surat PHDI tersebut.
Jika hal itu dilaksanakan maka tak perlu lagi membangun tenda darurat untuk tempat pemulasaraan jenazah.
“Kendalanya, apakah masyarakat sudah dapat informasi seperti itu. Takutnya nanti masyarakat banyak yang tidak mengetahui hal tersebut,” kata Kepala Instalasi Pemulasaraan Jenazah RSUD Wangaya, Ida Bagus Gede Rama Praba Vananda, Minggu 15 Agustus 2021.
Selain itu, sebelum diterapkan, perlu dipikirkan kemana jenazah pasien Covid-19 itu akan dibawa.
Jika dikremasi, diperlukan tempat kremasi yang siap, dan jika jenazah dipulangkan di mana dan siapa yang menguburkan.
Baca juga: Simak Poin-poin Penting SE PHDI Bali Perihal Protokol Penanganan Jenazah Umat Hindu Selama PPKM
Dia mengatakan, saat awal Covid-19 di Bali, penguburan dilakukan tim khusus dari rumah sakit.
Akan tetapi seiring berjalannya waktu pemakaman dilakukan satgas gotong royong di desa.
Pihak rumah sakit hanya mengantarkan jenazah dengan ambulans. (ask/sup)
Kumpulan Artikel Corona di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kegiatan-kremasi-jenazah-di-krematorium-bebalang-belum-lama-ini.jpg)