Breaking News:

Berita Bangli

Bupati Bangli Launching Bangli Satu Data, Bisa Akses Data Kemiskinan Hingga Penerima Bantuan

Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76, Pemerintah Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, me-launching aplikasi Bangli Satu Data.

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta saat membagikan hadiah lomba karaoke lagu Pucuk Bang. Selasa 17 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76, Pemerintah Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, me-launching aplikasi Bangli Satu Data.

Aplikasi tersebut berisi sejumlah informasi yang bertujuan untuk transparansi.

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengungkapkan, Bangli Satu Data merupakan aplikasi baru berbasis dashboard eksekutif. Aplikasi ini akan dipantau setiap hari di masing-masing ruang kerja.

“Hari ini kita launchingnya, tapi datanya sendiri tentu harus selalu disinkronkan. Hari ini yang masih dikerjakan adalah data dengan Dinas Kesehatan. Karena data kesehatan ini cukup kompleks,” jelasnya, Selasa 17 Agustus 2021. 

Baca juga: Bupati Sedana Arta Ajak Seluruh Masyarakat Bangli Gelorakan Semangat Gotong-royong

Baca juga: Wayan Rati Asal Bangli Ditemukan Meninggal di Gubuk Belakang Rumah

Menurut Sedana Arta, apa yang dilakukannya ini merupakan upaya transparansi.

Memang aplikasi tersebut bisa diakses secara umum, namun tetap ada batasan khususnya pada data-data yang bersifat sensitive.

Sedana Arta mengatakan, pada launching hari ini ada salah satu aplikasi yang sudah bisa diakses, yakni yang berkenaan dengan dinas sosial.

Aplikasi tersebut berisi informasi baik kemiskinan, pengangguran, hingga bantuan yang telah diterima oleh masyarakat.

Tujuannya pun jelas, yakni untuk mengantisipasi terjadinya saling sangka ataupun salah dalam penyaluran bantuan.

Kendati demikian, ia tidak memungkiri jika data tersebut belum 100 persen valid, sehingga masih perlu sinkronisasi lebih lanjut.

“Tentunya ini tidak hanya membutuhkan waktu satu hingga dua hari. Mungkin kita akan kerjakan sebulan penuh. Sehingga data yang ada di kita, misalnya data kemiskinan, benar-benar sudah diakui oleh masing-masing banjar dan stakeholder. Dengan demikan saat ada bantuan yang datang, baik bantuan dari pusat ataupun pihak lain, sumber data itulah yang akan menjadi satu-satunya acuan,” jelasnya.

Baca juga: Terima Remisi Umum, Empat Warga Binaan di Bangli Langsung Bebas Hari Ini 

Baca juga: Sepekan Bangli Naik Level PPKM, BOR Menurun Namun Kasus Aktif Meningkat

Disinggung target untuk mencapai 100 persen valid, Bupati asal Desa Sulahan, Susut itu tidak bisa menyebutkan secara pasti kapan waktunya.

Hal ini dikarenakan Bangli sedang dalam kondisi Level 4 pandemi covid-19.

“Pandemi covid-19 ini menjadi salah satu indicator kita belum bisa bergerak turun secara massif ke masyarakat. Namun kalau dua minggu kedepan pandemi covid-19 sudah mereda, dan Bangli berada di level dua, tentu seluruh OPD akan segera saya kerahkan,” ucapnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved