Breaking News:

Berita Jembrana

Dua Pelaku Pembuat Surat Rapid dan Vaksin Palsu di Jembrana Ditangkap

Satreskrim Polres Jembrana melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku pembuat surat Rapid dan vaksin palsu.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Karsiani Putri
I Made Ardhiangga Ismayana
Satreskrim Polres Jembrana melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku pembuat surat Rapid dan vaksin palsu. Dua tersangka saat berada di Mapolres Jembrana, Rabu 18 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Satreskrim Polres Jembrana melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku pembuat surat Rapid dan vaksin palsu.

Keduanya pun ditetapkan sebagai tersangka dan berkas mulai dilengkapi untuk segera dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Jembrana.

Dua tersangka sendiri ialah Supriadi Holifin, 28 tahun, asal Jember Jawa Timur dan Abdul Halim 28 tahun, asal Pamekasan Madura Jawa Timur.

BACA JUGA: Sebanyak 102 Warga Binaan Rutan Kelas II B Negara Jalani Vaksinasi Dosis II

Kapolres Jembrana, AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa mengatakan, kedua tersangka ditangkap berbeda waktu, namun dalam satu modus.

Untuk tersangka Supriadi ditangkap pada 17 Agustus 2021 pagi hari sekitar pukul 07.00 Wita.

Kemudian, di pagi hari tadi Rabu 18 Agustus 2021, dilakukan penangkapan terhadap Abdul.

Keduanya kedapatan membawa surat rapid tes dan vaksin palsu untuk dijual kepada penumpang.

“Jadi, modus keduanya sebagai sopir Travel yang membawa penumpang dan menyiapkan surat rapid dan vaksin. Ketika diperiksa ternyata memang palsu atau tidak sesuai dengan identitas penumpang,” ucapnya Rabu 18 Agustus 2021.

BACA JUGA: Kisah Sri Rintis 'Kripik Biru' yang Populer di Bali, Khas Berbahan Kepala dan Leher Ayam

Dijelaskannya, bahwa selain tersangka, pihaknya juga menyita barang bukti berupa enam buah KTP, tiga lembar bukti vaksin, tiga lembar surat rapid tes, tiket penyebrangan, uang sejumlah Rp400 ribu dan sebuah handphone.

Dan untuk surat rapid tes dan vaksin palsu itu semua sudah disiapkan oleh kedua tersangka sebelum penumpang naik ke travel.

BACA JUGA: Laklak Merah Putih Warung Secret Aan, Menyirat Pesan Perjuangan di Situasi Krisis

“Kedua sopir yang merupakan tersangka ini, kami sangkakan pasal 263 ayat 2 KUHP atau pasal 14 ayat 1 UU Nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dengan ancaman hukuman enam tahun penjara,” bebernya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved