Breaking News:

Berita Buleleng

378 Unit Rumah Tidak Layak Huni di Buleleng Dapat Bantuan Rehab

Sebanyak 378 unit rumah tidak layak huni di Buleleng mendapat bantuan rehab atau bedah rumah.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Sebanyak 378 unit rumah tidak layak huni di Buleleng mendapat bantuan rehab atau bedah rumah.

Dana bantuan bedah rumah ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat dan APBD Buleng dengan total sebesar Rp5.5 Miliar. 

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Buleleng, Ni Nyoman Surattini mengatakan untuk dana dari DAK, jumlah rumah yang mendapat bantuan bedah rumah yakni sebanyak 140 unit.

Di mana masing-masih unit mendapat Rp20 juta. 

Baca juga: Biaya Swab Test di Rumah Sakit Tabanan Kini Rp425 Ribu, Disesuikan Dengan SE Kemenkes Terbaru

Sedangkan dana dari APBD Buleleng sebesar Rp3.4 Miliar digunakan untuk dua jenis program, yakni rumah swadaya sebanyak 128 unit, dan rumah korban becana alam sebanyak 110 unit.

Untuk rumah yang terdampak bencana ini, merupakan usulan dari tahun 2018 hingga 2020 lalu.

Di mana masing-masing rumah mendapat bantuan perbaikan sebesar Rp5 juta hingga Rp10 juta sesuai dengan estimasi kerugian yang dicantumkan oleh BPBD Buleleng.

Baca juga: RSUD Buleleng Telah Menurunkan Harga RT-PCR, Turunnya Tarif PCR Tak Bikin RS Rugi

"Rumah-rumah yang mendapatkan bantuan bedah ini merupakan usulan dari perbekel atau lurah, melalui musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang)," ucapnya. 

Surattini menyebut ada syarat yang harus dipenuhi untuk mendapat bantuan bedah rumah ini.

Selain tidak layak huni, salah satunya juga harus memiliki surat tanah yang sah agar tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Baca juga: Lima Pria Asal Desa Anturan Bobol Gudang Barang Bekas di Desa Kalibukbuk Buleleng

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved