Berita Buleleng
RSUD Buleleng Telah Menurunkan Harga RT-PCR, Turunnya Tarif PCR Tak Bikin RS Rugi
RSUD Buleleng Telah Menurunkan Harga RT-PCR, Turunnya Tarif PCR Tak Bikin RS Rugi, Harga Bahan Baku di Produsen Juga Disesuaikan
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - RSUD Buleleng telah menurunkan harga atau tarif pemeriksaan Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR).
Kini tarif PCR di RSUD Buleleng sebesar Rp 495 ribu dari sebelumnya Rp 900 ribu.
Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengatakan, saat surat edaran dikeluarkan oleh Kemenskes, sehari kemudian pihaknya langsung menindakalnjuti.
Arya mengaku tidak mengalami kerugian karena harga bahan baku pemeriksaan RT-PCR di tingkat produsen juga ikut turun.
Baca juga: RSUD Buleleng Mulai Turunkan Tarif RT-PCR
Setela terjadi penurunan tarif ini, Arya mengatakan jumlah masyarakat yang mengikuti RT-PCR mandiri tidak mengalami peningkatan yang signifikan.
Sejak Selasa hingga Jumat, jumlah yang melakukan pemeriksaan mandiri hanya 80 orang.
Sementara saat tarif masih sebesar Rp 900 ribu, jumlah warga yang melakukan pemeriksaan RT-PCR rata-rata 10 orang per hari.
Badan Rumah Sakit Umum (BRSU) Tabanan telah menyesuaikan tarif Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau biaya swab tes.
Penyesuaian ini turun hingga 50 persen lebih. Ini sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) RI Nomor HK.02.02/I/2845/2021 yang diterbitkan beberapa waktu lalu.
Susila mengatakan, sesuai surat edaran Kemenkes tersebut, tarif tertinggi RT-PCR di Pulau Jawa dan Bali maksimal Rp 495 ribu.
Ini hanya berlaku untuk tes mandiri sebagai syarat bagi warga yang hendak melakukan perjalanan dengan transportasi udara.
Kemudian, atas SE tersebut pihak BRSUD Tabanan menyatakan tarif yang ditetapkan sejauh ini paling rendah yakni Rp 425 ribu.
Baca juga: Mulai Hari Ini, Tarif Layanan PCR di Bandara Ngurah Rai Turun Menjadi Rp495 Ribu
Sedangkan tarif sebelumnya ada pada posisi Rp 900 ribu.
Pihaknya akan menyesuaikan tarif kembali dengan melihat biaya di rumah sakit lainnya agar terjadi kesamaan di Provinsi Bali.
"Tapi nanti kami akan sesuaikan dengan tarif yang berlaku di rumah sakit lainnya di Bali. Kami pasang rendah dulu sambil melihat tarif di rumah sakit lainnya agar ada kesamaan. Di samping itu ini juga terkait dengan biaya operasional," jelasnya. (rtu/mpa)
Kumpulan Artikel Buleleng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dirut-rsud-buleleng-98.jpg)