Breaking News:

Berita Buleleng

Gelar Mediasi di Depan Pura Desa Adat Sidatapa, Dandim Buleleng dan Warga Bersepakat Damai

kedua belah pihak menjalani mediasi di depan Pura Desa Adat Sidatapa, Selasa (24/8/2021) sore difasilitasi Kapolres Buleleng AKBP Andiran Pramudianto

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dandim Windra saat mengikuti mediasi dengan lima warga Desa Sidatapa. Dari mediasi tersebut, kedua belah pihak sepakat saling memaafkan, Selasa (24/8/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus pemukulan yang dilakukan oleh salah satu warga Desa Sidatapa, dan pemukulan balik yang dilakukan oleh beberapa anggota TNI kepada warga desa setempat berakhir damai.

Ini setelah kedua belah pihak menjalani mediasi di depan Pura Desa Adat Sidatapa, Selasa (24/8/2021) sore difasilitasi Kapolres Buleleng AKBP Andiran Pramudianto.

Sebelumnya, mediasi sejatinya sudah dilaksanakan AKBP Andrian di Mapolres Buleleng. Mediasi dihadiri oleh Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, serta lima orang perwakilan warga Desa Sidatapa.

Mediasi di Mapolres Buleleng itu mulanya tidak berhasil menemukan titik terang.

Baca juga: Kasus Pemukulan Dandim Dimediasi di Polres Buleleng Belum Temui Titik Terang,Ini Langkah Selanjutnya

Selanjutnya, lima perwakilan warga terdiri dari Wayan Arta yang merupakan anggota DPRD Bali, Gede Arta yang merupakan anggota DPRD Buleleng, Perbekel Desa Sidatapa, Kelian Adat Desa Sidatapa, serta Ketua BPD Desa Sidatapa meminta agar mediasi sebaiknya dilakukan di Desa Sidatapa, bersama lima warga desa setempat yang juga mengalami luka-luka akibat insiden bentrok antara personel TNI dan warga tersebut.

Atas permintaan itu, mediasi pun digeser ke depan Pura Desa Adat Sidatapa.

Dandim Windra menuju ke desa tersebut dengan  didampingi Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna, Asisten I Setda Kabupaten Buleleng Ida Bagus Suadnyana, serta Kasrem 163/Wirasatya Kolonel Inf Ida Bagus Ketut Surya Widana.

Mediasi ini disaksikan oleh puluhan warga di desa setempat. Hingga akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk bedamai.

Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto ditemui di Mapolres Buleleng mengatakan, pihak Kodim 1609/Buleleng, serta lima warga Desa Sidatapa yang terlibat dalam aksi bentrok itu sepakat saling mamaafkan. Sehingga kasus ini berakhir damai.

Dengan demikian, Dandim Windra pun berencana untuk mencabut berkas laporannya di Mapolres Buleleng.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved