Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Afghanistan

Sutradara Perempuan Afghanistan Tulis Surat Minta Tolong Kepada Negara Lain, Ini Isinya 

Banyak yang memprediksi bahwa nasib seniman perempuan akan buruk setelah dimulainya kekuasaan Taliban akhir pekan lalu.

Editor: Eviera Paramita Sandi
AFP PHOTO/FARSHAD USYAN
Foto pada 14 Juli 2021 menampilkan Salima Mazari (tengah), gubernur wanita di Afghanistan yang penduduknya didominasi pria, melihat ke bawah bukit dengan ditemani personel keamanan dekat garis depan melawan Taliban di distrik Charkint, provinsi Balkh. 

TRIBUN-BALI.COM - Diana Saqeb Jamal dan Sahraa Karimi adalah sutradara perempuan di Afghanistan.

Mereka kini ketakutan setelah negaranya diduduki pasukan Taliban

Selain itu mereka juga meminta bantuan kepada negara lain.

Banyak yang memprediksi bahwa nasib seniman perempuan akan buruk setelah dimulainya kekuasaan Taliban akhir pekan lalu.

Sutradara yang filmnya diputar di banyak festival internasional ini telah merencanakan syuting untuk film dokumenter baru tentang hak-hak perempuan di desa terpencil dekat Iran.

Baca juga: Janji Taliban Lindungi Hak Perempuan, Sebut Sudah Berbeda Dengan 20 Tahun Lalu

Diana kini khawatir tidak bisa kembali menyuarakan hak-hak perempuan lewat filmnya.

Tidak hanya itu, kamera, peralatan syuting, hard drive, dan perangkat penyuntingan film pun harus dilindungi, takut jika sewaktu-waktu disita.

Kejadian ini sangat menyedihkan, mengingat dua tahun lalu bioskop Ai Khanum berkapasitas 80 kursi berhasil menjadi tuan rumah festival film perdana Afghanistan.

Diana ingat persis banyak perempuan yang menangis karena hari itu adalah pertama kalinya mereka menonton film di bioskop.

Baca juga: Penyanyi Pop Dan Juri The Voice Aryana Sayeed Kabur dari Afghanistan Naik Pesawat Militer AS

"Saya mencoba menghindari nostalgia masa lalu Kabul, atau bioskop kita, atau pusat budaya kita karena semuanya pelan-pelan akan hilang lagi," ungkap Diana saat dihubungi oleh Variety.

"Kami semua sebelumnya sangat berharap Kabul akan menjadi tempat yang baik bagi segala bentuk seni," katanya lebih lanjut.

Sedangkan Sahraa Karimi secara terbuka meminta bantuan kepada komunitas film di seluruh dunia.

Sahraa menuliskan surat yang ditujukan oleh teman-teman pembuat filmnya di luar Afghanistan dan diunggah di akun resmi Twitter-nya.

"Semua yang saya perjuangkan untuk membangun industri film di negara saya berisiko hancur," tulis Sahraa Karimi, diterjemahkan oleh Indie Wire.

"Mereka akan melucuti hak-hak perempuan, kita akan didorong ke dalam bayang-bayang kematian, ekspresi kita akan dibungkam," katanya lebih lanjut.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved