Afghanistan
Sutradara Perempuan Afghanistan Tulis Surat Minta Tolong Kepada Negara Lain, Ini Isinya
Banyak yang memprediksi bahwa nasib seniman perempuan akan buruk setelah dimulainya kekuasaan Taliban akhir pekan lalu.
Sahraa kemudian memohon bantuan komunitas film di berbagai negara untuk membantu hak-hak mereka untuk berkarya.
"Tolong bantu kami, buat seluruh dunia dengar apa yang terjadi pada kami. Tolong bantu kami dengan memberi tahu negaramu tentang apa yang terjadi di Afghanistan. Jadilah suara kami di luar Afghanistan," pintanya.
Industri film Afghanistan perlahan berkembang dalam satu dekade terakhir, sebagian besar dipimpin oleh upaya sutradara perempuan yang gigih.
Sejak Amerika Serikat mengusir Taliban dari Afghanistan, film-film lokal mulai mendapat pujian di festival internasional.
Banyak di antaranya dibuat oleh sutradara perempuan yang kekurangan sumber daya dan menghadapi ancaman kekerasan terus-menerus.
Kemajuan itu telah dilenyapkan dalam waktu satu malam dengan kembalinya kekuasaan Taliban.
Kabul, ibu kota Afghanistan, telah diduduki oleh Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani memutuskan untuk meninggalkan negara yang dipimpinnya.
Kedatangan Taliban adalah respons dari keputusan Presiden Amerika Serikat Joe Biden yang menarik pasukan AS dari negara Afghanistan pada bulan September.
Secara historis, Taliban telah memberlakukan pembatasan yang sangat keras terhadap hak-hak perempuan dan kebebasan berekspresi. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kebebasan Berekspresi Terancam Dibatasi, Sutradara Perempuan Afghanistan Tulis Surat Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salima-mazari.jpg)