Breaking News:

Berita Buleleng

Kesepakatan Damai Batal, Kasus Warga Desa Sidatapa dan TNI Tetap Lanjut ke Proses Hukum

Kasus bentrok antara warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng dengan anggota TNI terus bergulir.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Karsiani Putri
Ratu Ayu Astri Desiani
Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto saat mendatangi Subdetasemen Polisi Militer IX/3-1 Singaraja 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kasus bentrok antara warga Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng dengan anggota TNI terus bergulir.

Jika pada Selasa kemarin kedua belah pihak sepakat berdamai, pada Rabu 25 Agustus 2021 kasus dipastikan akan terus dilanjutkan ke proses hukum. 

Ini setelah Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto menerima perintah dari Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, yang diteruskan oleh Danpomdam IX/Udayana.

Dalam perintah itu, Dandim diminta untuk tidak mencabut laporannya di Mapolres Buleleng

Sejatinya, pada Rabu 25 Agustus 2021 sekitar pukul 11.00 Wita, Dandim Windra serta lima warga Desa Sidatapa yang menjadi korban pemukulan balik oleh oknum anggota TNI, diagendakan untuk menandatangani surat perdamaian yang difasilitasi oleh Polres Buleleng

Namun sekitar pukul 10.00 Wita, Dandim Windra tiba-tiba mendapatkan perintah dari Danpomdam IX/Udayana agar kasus terus dilanjutkan. 

Mendapat perintah tersebut, Dandim Windra pun urung menandatangani surat perdamaian tersebut.

Ia bergegas menuju ke  Subdetasemen Polisi Militer IX/3-1 Singaraja.

Kunjungannya ini untuk berkoordinasi, pasalnya dalam perintah tersebut, anggota TNI yang juga terlibat aksi pemukulan balik terhadap warga Desa Sidatapa juga harus diproses hukum. 

"Saya melaksanakan perintah dari komando atas. Perintahnya berupa melanjutkan masalah ini ke proses hukum. Warga yang melakukan penganiayaaan dan perbuatan melawan petugas negara saat sedang melaksanakan tugasnya diproses di kepolisian. Anggota TNI AD yang kemarin melakukan pemukulan balik kepada warga karena saya sebelumnya dipukul oleh warga, juga diproses di jalur militer," jelasnya. 

BACA JUGA: Gelar Mediasi di Depan Pura Desa Adat Sidatapa, Dandim Buleleng dan Warga Bersepakat Damai

Mengingat kasus ini terus berlanjut, kata Dandim Windra, berkas laporannya di Mapolres Buleleng pun batal dicabut.

"Terkait jumlah anggota TNI AD yang nanti akan diproses di Denpom, nanti ditanyakan ke Polisi Milite, karena mereka yang berindak sebagai pemeriksa," terangnya. 

Disinggung terkait alasan mengapa kasus ini dilanjutkan, Dandim Windra mengaku tidak tau.

"Saya dapat perintah dari Danpomdam IX/Udayana, sehingga perintah itu harus saya laksanakan.  Saya kurang paham alasan mengapa. Sebagai prajurit saya harus melaksanakan perintah yang diberikan oleh atasan kami," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved