Breaking News:

Berita Jembrana

Terdakwa Pembuat Surat Rapid Test Palsu di Jembrana Dituntut Dua Tahun Penjara

Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tuntutan secara virtual di tiga tempat berbeda, Kamis 2 September 2021

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Dokumentasi saat terdakwa ditangkap di Mapolres Jembrana. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Tuntutan dua tahun penjara didakwakan kepada terdakwa pembuat surat rapid test palsu di Jembrana.

Tuntutan ini dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tuntutan secara virtual di tiga tempat berbeda, Kamis 2 September 2021.

Sedangkan dalam sidang yang sama, untuk dua rekan terdakwa dituntut lebih ringan.

Kasipidum Kejari Jembrana Delfi Trimariono mengatakan, terdakwa Robi Hafid Hindawan dinyatakan bersalah melanggar pasal 268 ayat 1 KUHP, karena berperan sebagai pembuat rapid test palsu.

Baca juga: 7 Pengendara Terjaring Razia di Jembrana Langsung Divaksin

Kemudian pihaknya melakukan tuntutan  pidana penjara selama 2 tahun.

Sedangkan untuk dua terdakwa lain, yakni Adi Sujarwo dan Khoirul Anam, dijerat dengan pasal 268 ayat 2 KUHP dengan tuntutan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Tuntutan berbeda ini juga merupakan dari peran dari perbuatan tersebut.

“Kami tuntut berbeda sesuai perbedaan peran masing-masing terdakwa,” ucapnya, Kamis 2 September 2021.

Dijelaskannya, peran dari masing-masing tersangka, untuk terdakwa Hafid dituntut karena peran sebagai pembuat surat rapid test palsu.

Sedangkan dua terdakwa ini, sebagai pengguna rapid test palsu sebagai syarat pelaku perjalanan di Pelabuhan Gilimanuk.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved