Berita Bali
Agar Tidak Bergantung dengan Jawa, dr Fajar Usulkan Bali Punya Pengolahan Limbah Medis Mandiri
Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bali Fajar Manuaba menyarankan agar Bali bisa segera miliki pengelolaan limbah medis mandiri
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Ketua Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bali Fajar Manuaba menyarankan.
Agar Bali bisa segera miliki pengelolaan limbah medis secara mandiri.
Hal tersebut disampaikannya terkait adanya isu kenaikan tarif pengelolaan limbah, Senin 6 September 2021.
"Kalau saya memang di Bali sebaiknya ada pengelolaan limbah.
Baca juga: RS di Bali Khawatir Akan Isu Kenaikan Tarif Angkutan Limbah Medis Covid-19
Dari ARSSI dari 2016 sudah mengusulkan.
Bukan hanya masalah biaya, andaikata terjadi permasalahan di pelabuhan.
Kapal tidak bisa merapat atau gelombang besar.
Sedangkan zaman dulu ketika belum ada Covid-19 saja.
Kalau ada lonjakan pemudik kan pengiriman sampah medis ditunda.
Jadi kan itu seperti api dalam sekam. Harus dicari penuntasnya," katanya.
Ia juga mengatakan, jika permasalahan ini dibiarkan berlarut-larut.
Tentunya akan berdampak jangka panjang.
Ia juga menyamakan seperti kasus krisis tabung oksigen.
Yang sempat terjadi di Bali beberapa waktu lalu.
Baca juga: Ini Kendala Pembuatan Tempat Pengelolaan Limbah Medis Covid-19 di Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/seorang-petugas-medis-saat-menangani-limbah-medis-di-brsu-tabanan-belum-lama-ini.jpg)