Breaking News:

Berita Buleleng

Dugaan Mark up Program Explore Buleleng, Para Terdakwa Dituntut Bervariasi, Sudama Paling Tinggi

Delapan pejabat dari Dinas Pariwisata Buleleng telah menjalani sidang tuntutan secara daring di Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa, 7 September 2021.

Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Istimewa
Terdakwa kasus dugaan mark-up Explore Buleleng dan Bimtek CHSE, saat mengikuti sidang perdana, Selasa (8/6/2021) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Delapan pejabat dari Dinas Pariwisata Buleleng telah menjalani sidang tuntutan secara daring di Pengadilan Tipikor Denpasar, Selasa, 7 September 2021.

Mereka dituntut pidana dengan berkas terpisah terkait kasus dugaan mark up explore Buleleng dan bintek CHSE.

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), para terdakwa dituntut pidana bervariasi, dan yang paling tinggi dituntut adalah terdakwa Made Sudama Diana. 

Sudama Diana dituntut pidana penjara selama empat tahun.

Baca juga: Dua Bakal Calon Perbekel Desa Banjar Buleleng Gugur Dalam Seleksi Tambahan

Selain pidana badan, Sudama juga tuntut membayar pidana denda sebesar Rp50 juta subsider enam bulan penjara.

Pula, dia dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara Rp131.285.622, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun penjara. 

Sementara terdakwa Putu Budiani, Kadek Widiastra, Nyoman Sempiden, Putu Sudarsana, I Gusti Ayu Maheri Agung masing-masing dituntut pidana penjara selama tiga tahun, denda Rp50 juta subsider enam bulan.

Sedangkan terdakwa Gede Gunawan, dan Nyoman Ayu Wiratini dituntut penjara masing-masing dua tahun, denda dan subsider sama dengan terdakwa lainnya. 

Baca juga: Pemberkasan Kasus Persetubuhan Anak Kandung di Buleleng Belum Rampung,Masa Penahanan NS Diperpanjang

"Kedelapan terdakwa sudah mengembalikan kerugian negara dengan masing masing hitungan sesuai dengan uang pengganti," terang Kasi Intel sekaligus Humas Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, AA Jayalantara. 

Pihaknya menyatakan, dalam surat tuntutan, para terdakwa dinyatakan terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana Pasal 3 Jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP sebagaimana dalam dakwaan subsider JPU. 

Baca juga: RSUD Buleleng Turunkan Tarif Rapid Antigen Menjadi Rp 99 Ribu

"Para terdakwa melalui penasihat hukumnya akan mengajukan pembelaan secara tertulis, menanggapi tuntutan jaksa penuntut," ucap Jaksa Jayalantara. 

Seperti diberitakan sebelumnya, delapan pejabat Dinas Pariwisata Buleleng diduga melakukan mark up program explore Buleleng dan bimtek CHSE, yang dananya bersumber dari dana hibah pariwisata.

Baca juga: Buntut Bentrok dengan Warga Sidatapa,2 Anggota Kodim 1609/Buleleng Dijatuhi Hukuman Disiplin Militer

Oleh Kejari Buleleng, mereka ditetapkan sebagai tersangka sejak 11 Februari lalu, dan dilakukan penahanan pada 17 Februari.

Akibat perbuatan para terdakwa tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp738.008.778. (*)

Berita lainnya di Berita Buleleng
 

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved