Breaking News:

Berita Buleleng

RSUD Buleleng Turunkan Tarif Rapid Antigen Menjadi Rp 99 Ribu

Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengatakan, penurunan tarif Rapid Antigen mandiri ini mulai dilakukan pada Jumat 3 September 2021.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: DionDBPutra
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buleleng mulai menurunkan tarif rapid antigen mandiri sebesar Rp 99 ribu, dari sebelumnya Rp 165 ribu.

Penurunan tarif ini dilakukan sesuai dengan Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/3065/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan Rapid Diagnostic Test Antigen (RDT-Ag) yang diterbitkan Kementerian Kesehatan.

Dirut RSUD Buleleng, dr Putu Arya Nugraha mengatakan, penurunan tarif Rapid Antigen mandiri ini mulai dilakukan pada Jumat 3 September 2021.

Baca juga: Buleleng Paling Akhir Dapat Vaksin, Dosis Pertama Baru Capai 83.16%, Dua Tempat Isoter Mulai Kosong

Baca juga: Vaksinasi Dosis Pertama di Buleleng Mencapai 83.16 Persen

Menurut Nugraha, pihaknya akan melakukan efisiensi bahan habis pakai sebab harga reagen untuk rapid antigen di tingkat produsen masih tinggi.

"Untuk pelayanan masyarakat, tidak bisa sekadar bicara untung-rugi. Jadi kami harus melakukan subsidi silang dari pelayanan lain," ujarnya.

Dokter Arya Nugraga berharap dengan adanya penurunan tarif ini, kasus pemalsuan hasil rapid test antigen oleh oknum pelaku perjalanan dapat ditekan.

Dalam setahun terakhir, pemalsuan dokumen hasil rapid antigen marak terjadi.

"Dulu mungkin orang merasa rapid antigen itu buang-buang uang, sehingga memilih ncari yang palsu. Sekarang harga rapid antigen mandiri sudah diturunkan oleh Kementerian, sehingga peluang mencari yang palsu bisa ditekan," ucapnya.

Selain itu, penurunan tarif diyakini bisa lebih mengoptimalkan proses testing dan tracing. Masyarakat yang awalnya enggan melakukan tes mandiri karena tarifnya mahal, saat ini bisa mengakses dengan harga yang relatif lebih murah.

Sementara perkembangan Covid-19 di Buleleng pada Jumat 3 September 2021 terdapat penambahan kasus baru terkonfirmasi sebanyak 31 orang.

Kasus baru itu dari Kecamatan Banjar tujuh orang, Kecamatan Buleleng tujuh orang, Kecamatan Busungbiu dua orang.

Kecamatan Gerokgak empat orang, Kecamatan Kubutambahan tiga orang, Kecamatan Seririt tiga orang, dan dari Kecamatan Sukasada sebanyak lima orang.

Selain itu terdapat penambahan tiga kasus kematian dengan hasil swab positif Covid-19. Rinciannya dari Kecamatan Sawan satu kasus, dan dari Kecamatan Gerokgak dua orang.

Terdapat penambahan 69 pasien Covid yang telah dinyatakan sembuh. Dengan demikian sisa pasien Covid-19 yang masih dirawat di Buleleng saat ini berjumlah 299 orang.

Berita lain dari Buleleng

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved