Breaking News:

Berita Buleleng

Vaksinasi Dosis Pertama di Buleleng Mencapai 83.16 Persen

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional menargetkan vaksin Covid-19 dosis pertama harus diberikan kepada 578 ribu warga Buleleng.

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: DionDBPutra
TRIBUN BALI/I MADE PRASETIA ARYAWAN
Suasana vaksinasi massal yang digelar Polres Tabanan di Gedung Kesenian Ketut Maria Tabanan, Selasa 31 Agustus 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Realisasi vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Buleleng hingga Rabu 1 September 2021 mencapai 83.16 persen atau 481.136 orang.

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPEN) menargetkan vaksin Covid-19 dosis pertama harus diberikan kepada 578 ribu warga Buleleng.

Kepala Dinas Kesehatan Buleleng, dr Sucipto mengatakan, target vaksinasi dosis pertama ini belum 100 persen lantaran Buleleng paling terakhir mendapatkan kiriman stok vaksin dari pemerintah provinsi (Pemprov) Bali.

Pemprov Bali memprioritaskan vaksinasi di daerah sentra pariwisata seperti Kabupaten Badung, Gianyar dan Kota Denpasar.

Baca juga: Pemprov Akan Bangun Patung Raja Buleleng Ki Barak Panji Sakti di Rest Area Shortcut Singaraja-Mengwi

Baca juga: Tiap Banjar Tercecer 20 Orang, Warga Tabanan Serbu Gerai Vaksinasi, RSUD Buleleng Bangun Poli Covid

Selain itu, kata dokter Sucipto, jumlah penduduk Buleleng jauh lebih banyak bila dibandingkan dengan kabupaten lain yang ada di Bali.

Pihaknya membutuhkan waktu lebih banyak untuk menuntaskan target vaksinasi di daerah utara Pulau Bali tersebut.

"Jumlah penduduk Buleleng paling banyak. Kalau dilihat jumlah kumulatif pelaksanaan vaksinasi dosis pertama, Buleleng sejatinya paling tinggi bila dibandingkan dengan kabupaten lain. Namun kami tidak ingin membela diri. Terus terang masih ada sekitar 90 ribu warga kami yang belum tervaksin dosis pertama," ujarnya, Rabu 1 September 2021.

Sucipto mengatakan, timnya sudah berupaya mengejar target tersebut, dengan mendatangi satu per satu desa untuk menyisir warga yang belum tervaksin dosis pertama. Namun, warga yang datang ke lokasi vaksinasi hanya sedikit.

"Kami selalu standby dan buatkan jadwal vaksin di desa-desa. Namun sasarannya banyak yang tidak datang. Kami sudah minta tolong ke tokoh masyarakat di desa, banyak yang mengaku sudah divaksin, ada juga yang tidak ada di tempat," ungkapnya.

Menurut Sucipto, pihaknya akan menempuh langkah lain agar target cepat tercapai. Satu di antaranya jemput bola, vaksin door to door.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved