Berita Denpasar

PPKM Level 4 di Denpasar Diperpanjang, Tim Yustisi Gelar Sidak Masker di Jalan Danau Buyan Sanur

PPKM level 4 di Kota Denpasar masih tetap diperpanjang hingga 13 September 2021 mendatang.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Karsiani Putri
Putu Supartika
Sidak masker di Jalan Danau Buyan, Sanur, Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- PPKM level 4 di Kota Denpasar masih tetap diperpanjang hingga 13 September 2021 mendatang.

Terkait hal tersebut, Tim Yustisi Kota Denpasar yang terdiri atas Satpol PP, Dinas Perhubungan, TNI, Polri, serta pihak desa/lurah setempat menggencarkan sidak masker.

Pada Selasa 7 September 2021, sidak masker digelar di Jalan Danau Buyan, Sanur, Denpasar.

Sebanyak 13 orang terjaring dalam sidak ini, dimana 4 orang dikenai denda masing-masing Rp100 ribu, dan 9 orang dibina karena memakai masker tidak sesuai ketentuan.

Dimana dari 4 orang yang didenda, dua orang berstatus suami istri.

Suami, istri beserta anaknya yang masih kecil berkendara di wilayah Jalan Danau Buyan tanpa menggunakan masker.

Menurut pengakuan sang suami, mereka mengendarai sepeda motor dari Tohpati menuju ke Sanur tanpa menggunakan masker.

Karena tak memakai masker, mereka pun terpaksa didenda masing-masing Rp100 ribu.

“Dari tiga orang itu, kami hanya mendenda dua orang, yaitu suami istri. Sementara anaknya masih kecil kami tidak denda, hanya kami berikan masker saja,” kata Kasatpol PP Kota Denpasar, I Dewa Gede Anom Sayoga di lokasi sidak.

Satu keluarga ini tak memakai masker dengan alasan buru-buru dan lupa membawa masker.

Karena saat itu mereka tak membawa uang tunai, maka mereka diminta untuk membayar langsung ke kantor Satpol PP Kota Denpasar.

Sayoga mengatakan untuk pelanggaran penggunaan masker jumlahnya masih fluktuatif, kadang banyak dan kadang dalam sehari nihil pelanggar.

Baca juga: Selama Sidak Masker, Sebanyak 6.321 Warga Terjaring di Denpasar, Denda yang Terkumpul Rp178,9 Juta 

“Kalau rata-rata untuk ketaatan pemakaian masker masih tinggi. Rata-rata masyarakat di Denpasar sudah mulai disiplin terkait penggunaan masker,” kata Sayoga.

Sebelumnya, ia mengatakan banyak masyarakat yang terpengaruh atau terprovokasi beberapa pernyataan sehingga tak percaya Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved