Breaking News:

Berita Bali

Sidang Tuntutan 8 Terdakwa Markup Dana PEN, Dugaan Korupsi Explore Buleleng & Bimtek CHSE

Delapan pejabat Dinas Pariwisata Buleleng telah menjalani sidang tuntutan secara daring di Pengadilan Tipikor Denpasar

Penulis: Putu Candra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/dwi suputra
ilustrasi korupsi - Eks Kadispar Terancam 4 Tahun, Sidang Tuntutan 8 Terdakwa Markup Dana PEN, Dugaan Korupsi Explore Buleleng & Bimtek CHSE 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Delapan pejabat Dinas Pariwisata Buleleng telah menjalani sidang tuntutan secara daring di Pengadilan Tipikor Denpasar, Bali, Selasa 7 September 2021.

Mereka dituntut pidana dengan berkas terpisah terkait kasus dugaan markup Explore Buleleng dan Bintek CHSE (Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability).

Uang program Explore Buleleng dan Bintek CHSE bersumber dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor hibah pariwisata.

Kasus ini menjerat mantan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Made Sudama Diana dan tujuh mantan pejabat Eselon III-Eselon IV Dinas Pariwisata Buleleng.

Baca juga: Kejari Karangasem Kantongi Calon Tersangka, Dugaan Korupsi Pengadaan Masker Rp 2,9 Miliar

Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) para terdakwa dituntut pidana berbeda-beda.

Satu terdakwa yang dituntut paling tinggi adalah Made Sudama Diana.

Ia dituntut pidana penjara selama empat tahun.

Selain pidana badan, Sudama juga dituntut membayar pidana denda sebesar Rp 50 juta subsider enam bulan penjara.

Ia dibebankan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 131.285.622, dengan ketentuan apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun.

Sementara terdakwa Putu Budiani, Kadek Widiastra, Nyoman Sempiden, Putu Sudarsana, I Gusti Ayu Maheri Agung masing-masing dituntut pidana penjara selama tiga tahun, denda Rp 50 juta subsider enam bulan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved