Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Tabanan

Pemuda Wongaya Gede Dapat Bantuan 1.000 Bibit Pohon, Bangkitkan Minat Bertani Para Pemuda Tabanan

Pemuda Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, mendapat bantuan 1.000 bibit tanaman buah alpukat aligator dari UMKM Good Karma Movement

Tayang:
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana saat pemberian edukasi cara menanam tanaman buah dan manfaatnya untuk lingkungan serta masyarakat setempat di kebum milik warga di Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis 9 September 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Pemuda Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, mendapat bantuan 1.000 bibit tanaman buah alpukat aligator dari UMKM Good Karma Movement Kamis 9 September 2021.

Bantuan ini langsung diserahkan kepada para pemuda setempat dan mendapat panduan cara menaman dan manfaatnya dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Penebel, Tabanan.

Bantuan ini diharapkan agar mampu membangkitkan minat para pemuda untuk bertani.

Menurut Sekretaris Desa (Sekdes) Wongaya Gede, I Nengah Yudiarta mengatakan, sangat mendukung program ini, mengingat Desa Wongaya Gede ini merupakan penyangga sentral buah karena letak geografisnya berada di ketinggian.

Baca juga: Hari Pertama Dibuka Kembali, DTW Tanah Lot Tabanan Dikunjungi 168 Wisatawan

Selama ini, sejumlah tanaman buah memang menjadi andalan seperti buah kopi, durian, serta alpukat. 

"Tentunya kami sangat mendukung dengan kegiatan ini, apalagi tujuannya untuk lebih membangkitkan minat dari pemuda untuk bertani."

"Di samping itu, sebagian besar profesi masyarakat kami juga di bidang pertanian," ungkap Yudiarta saat dikonfirmasi, Kamis 9 September 2021. 

Dia melanjutkan, ke depannya anak muda diharapkan untuk semakin mengembangkan Desa Wongaya Gede sebagai penyangga sentral buah tersebut.

Baca juga: Jumlah Pengurusuan Izin Usaha Apotek di Tabanan Melonjak di Masa Pandemi Covid-19

Untuk masyarakat Wongaya Gede diharapkan juga mendukung program ini karena setelah menghasilkan nantinya akan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat juga. 

"Selama ini atau sejak musim pandemi, para pemuda kita sangat antusias terjun ke dunia pertanian ini."

"Sebelumnya juga sudah banyak pemuda yang mulai menanam tanaman buah ini. Bahkan juga sudah mulai bergerak di bidang perikanan sebagai wujud pemberdayaan masyarakat," jelasnya.

"Semoga nanti bisa bermanfaat dan berkelanjutan agar pertanian tidak pudar, khususnya di Wongaya Gede," harapnya. 

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Penebel, I Nengah Widastra menyatakan, tanaman buah Alpukat Aligator ini sangat cocok mengingat letak geografis di ketinggian.

Baca juga: Target PAD Tabanan Dalam APBD Perubahan 2021 Jadi Rp 408 Miliar, Besok Dilakukan Penetapan

Sebab, yang kita harapkan adalah produksi ke depannya. 

"Seperti hari ini dari yang diberikan oleh Good Karma Movement ini diharapkan sangat bermanfaat ke depannya bagi wilayah itu sendiri dan juga SDMnya dalam hal peningkatan ekonominya," ungkapnya.

Dia mengharapkan, agar semua pihak membangkitkan dan sosialiasi untuk gemar mengkonsumsi buah karena buah kaya akan vitamin. 

Di sisi lain, Widastra juga menjelaskan untuk dampak dari ekonomisnya akan mulai kelihatan dalam 5 tahun kedepan atau saat alpukat ini mulai berbuah.

Tentunya, masyarakat akan bisa menikmati hasilnya apalagi buah alpukat saat ini sangat digemari masyarakat karena kaya akan vitamin. Salah satunya adalah alpukat aligator ini.

"Ke depannya kami juga harapkan tidak hanya mengandalkan bantuan bibit ini, melainkan masyarakat secara mandiri bisa menanam sendiri di pekarangan rumahnya."

"Sehingga nantinya akan membangun rasa saling menjaga satu sama lain dalam artian tidak akan ada petani yang kehilangan buahnya nanti," tandasnya. 

Dari Pemuda Bantu Pemuda

Penanggung Jawab Good Karma Movement, Putu Joka Andika mengatakan, pihaknya sangat berniat untuk membangkitkan minat bertani, khususnya para pemuda.

Pemilihan tanaman buah ini diharapkan bisa membantu meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, di samping membangkitkan minat bertani saat ini.

"Intinya fokus ke kegiatan sosial yang positif para pemuda sebisa kami bantu. Artinya kita dari pemuda untuk membantu pemuda," kata Joka.

Dia mengingatkan, agar seluruh masyarakat saling menjaga satu sama lain sesuai dengan konsep Tri Hita Karana yakni hubungan antara manusia dengan lingkungan, manusia dengan manusia, serta manusia dengan Tuhan.

Sehingga salah satu implementasi dari kegiatan ibi adalah antara kita dengan lingkungan atau alam semesta.

"Semoga ini bisa bermanfaat bagi alam dan masyarakat sekitarnya. Kemudiaan, nantinya kita berharap akan bisa men-support di tempat lainnya juga," harapnya. (*)

Berita lainnya di Berita Tabanan

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved