Breaking News:

Berita Bali

Terlibat Edarkan Sabu dan Ekstasi di Badung dan Denpasar, Willi Dkk Dituntut 16 Tahun Penjara

Willi Karamoi (29), I Made Hadi Mustika (32) dan Lamsa (33) hanya bisa meratapi nasibnya.

Penulis: Putu Candra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
tangkap layar/Putu Candra
Willi dkk saat menjalani sidang tuntutan secara daring 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Willi Karamoi (29), I Made Hadi Mustika (32) dan Lamsa (33) hanya bisa meratapi nasibnya.

Dari balik layar monitor ketiganya seolah tidak percaya dituntut pidana penjara selama 16 tahun.

Dalam sidang yang berlangsung secara daring di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 9 September 2021, Willi dkk dituntut pidana, karena dinilai terlibat peredaran narkotik jenis sabu dan ekstasi. 

Baca juga: Diringkus Usai Patungan Beli Sabu dan Ekstasi di Bali, Roni Dituntut 9,5 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Widnyaningsih dalam surat tuntutan menyatakan, bahwa ketiga terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan narkotika golongan I.

Atas perbuatannya, Willi dkk dijerat Pasal 114 Ayat (2) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotik Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik, sebagaimana dalam surat dakwaan pertama JPU. 

Baca juga: Nekat Selundupkan Sabu dari Aceh ke Lombok, Flajin dan Mukhtar Ditangkap Saat Transit di Bali

"Menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa berupa pidana penjara masing-masing selama 16 tahun, dikurangi selama berada dalam tahanan sementara dengan perintah terdakwa tetap ditahan. Pidana denda masing-masing sebesar Rp 1 miliar subsider pidana penjara selama enam bulan," tegas JPU Widnyaningsih. 

Terhadap tuntutan JPU itu, para terdakwa pun menyerahkan sepenuhnya kepada penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar yang mendampingi.

Baca juga: Terlibat Edarkan Narkotik Jenis Sabu dan Ekstasi, Tiga Sekawan Terancam 20 Tahun Penjara

"Terhadap tuntutan jaksa, kami akan mengajukan pembelaan secara tertulis. Mohon waktu satu minggu, majelis hakim," pinta Aji Silaban selaku penasihat hukum kepada majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day. 

Dibeberkan dalam surat dakwaan JPU, bahwa ketiga terdakwa tersebut ditangkap di depan sebuah hotel Jalan Raya Kuta, Kuta, Badung, Selasa, 8 Juni 2021, Pukul 19.30 Wita.

Beberapa hari sebelum ditangkap, terlebih dahulu terdakwa Willi dan Lamsa mendapat narkotik jenis sabu dari Bang Jago (DPO) yang diambil di sebuah agen bus. 

Baca juga: Ditangkap Edarkan Paket Sabu Dicor Semen, Raja Andika Dituntut 14 Tahun Penjara dan Denda Rp2 Miliar

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved