Breaking News:

Berita Badung

Kasus Narkoba Akibatkan Lapas Kerobokan Overcapacity, Pemda Didorong Bangun Tempat Rehabilitasi

Berkaca pada kasus kebakaran Lapas Tangerang, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali kembali mendorong upaya rehabilitasi kasus narkoba

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Karsiani Putri
Istimewa
Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Gde Sugianyar mendampingi Ka BNN RI Petrus Reinhard Golose dan Menteri PPA, Bintang Puspayoga meninjau bus sosialisasi BNNP Bali di kawasan Canggu, Badung, Bali, pada Jumat 9 September 2021 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Berkaca pada kasus kebakaran Lapas Tangerang, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali kembali mendorong upaya rehabilitasi kasus narkoba untuk dapat mengurangi kapasitas Lapas Kerobokan di Bali yang 70 persen di dalamnya adalah Narapidana Narkoba.

Sebagaimana disampaikan Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Gde Sugianyar Dwi Putra di sela kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman BNN RI dan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Lv8 Resort Hotel Bali, Canggu, Kuta Utara, Badung, Bali, pada Jumat 10 September 2021.

"BNN hadir untuk melindugi dan melayani masyarakat, terutama dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, melalui program war on drugs, dengan pendekatan secara hard power, soft power, dan smart power," ujar Sugianyar.

Bahkan Sugianyar menyebut, tak jauh beda dengan Lapas Tangerang yang over kapasitas mencapai 400 persen dan mengakibatkan 44 narapidana tewas di dalamnya karena musibah kebakaran yang baru-baru ini terjadi.

"Di Lapas Kerobokan overcapacity mencapai 500 persen tentunya menjadi atensi Kepala BNN RI, bahwa pendekatan soft power harus dilakukan, bukan hanya penegakan hukum tapi juga dari sisi kesehatan terutama rehabilitasi," paparnya. 

Kepala BNNP Bali juga mendorong masing-masing kota dan kabupaten di Bali untuk membangun tempat rehabilitasi penyalahguna narkoba guna melindungi masyarakat.

Baca juga: Badung Resmi Buka Kembali Akses Pantai Mulai Canggu Hingga Pererenan

"Tolong bangun tempat jangan warga ditunggu ditangkap dipenjarakan di Kerobokan yang Overcapacity, bukan menjadi sembuh dan pulih, malah ketergantungan dan akan meningkat menjadi pengedar," paparnya. 

Untuk menyelamatkan masyarakat Bali terpapar narkoba dan tidak membuat penuh Lapas, maka BNNP Bali gencar melakukan pendekatan kesehatan, melakukan assesment sejauh mana tingkat keterlibatan pelaku dengan tidak sembarang memproses.

Baca juga: Resmikan TPST Samtaku Jimbaran, Menko Luhut: Ini Akan Menyelesaikan Banyak Masalah Sampah

"Pengedar atau penyalahguna dibawah aturan MA bisa dilanjutkan rehabilitasi, contohnya shabu dibawah 1 gram bisa diarahkan direhab, ganja dibawah 5 gram bisa rehab," tutur dia.

Berdasarkan data prevalensi penyalahguna narkoba tahun 2020 terdapat 15 ribu orang yang tidak sebanding dengan jumlah yang direhab.

"By data di Bali prevelansi ada 15 ribu orang, sementara yang direhab dari data yang ada sangat sedikit hanya 400 orang setahun, sisanya masih jadi penyalahguna, masih pemakai harus diantisipasi dengan rehabilitasi agar tidak meningkat sebagai pengedar ditangkap dan penjara penuh, itu akar masalahnya," ujar dia.

Lapas Kerobokan mengalami overcapacity dengan jumlah warga binaan 70 persennya kasus narkoba.

Sedangkan dari kasus perempuan terhadap narkotika berdasarkan data tahun 2020 dan semester pertama tahun 2021 sebanyak 99 orang atau 10,74 persen, kasus narkotika anak di medio yang sama sebanyak 55 orang atau 5,90 persen dan laki-laki mendominasi sebanyak 1.600 orang atau 89,26 persen.

"Perempuan banyak terlibat sekitar 6 persen di Bali. BNN dengan pendekatan soft power adalah melakukan kegiatan sifatnya edukasi dan pemberdayaan masyarakat dan rehabilitasi," tuturnya.

"Edukasi dan pemberdayaan masyarakat bisa dilakukan bersinergi BNN dengan jajaran Kementerian PPPA misalnya dengan program Desa Bersinar, kegiatan intervensi soft skill di sekolah pada anak SMP, yang penting bagaimana mereka dibekali dengan kemampuan supaya jauh tahan terhadap gangguan peredaran narkoba," pungkas mantan Kabid Humas Polda Bali itu. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved